Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Temukan Granat Peninggalan Perang Dunia II, Petani di HST Sempat Bersihkan Permukaannya

- Apahabar.com Rabu, 24 Maret 2021 - 20:05 WIB

Temukan Granat Peninggalan Perang Dunia II, Petani di HST Sempat Bersihkan Permukaannya

Granat yang telah dibersihkan diletakkan di pelataran pondok di kebun cabai, Rabu (24/3). Foto-apahabar.com/Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Penemuan granat tangan di Desa Panggung Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sempat bikin heboh warga setempat, Rabu (23/3).

Penemunya seorang warga yang tengah mengerjakan lahan untuk menanam cabai di RT 4/2. Dia adalah Sarwani.

Saat itu Sarwani tengah mencangkul sebidang tanah di kebun cabai milik rekannya pada pukul 08.00. Baru satu kali cangkulan, dia menemukan sesuatu dalam tanah.

“Saya saat itu mencangkul, baru satu kali mencangkul kaya ada bunyi ‘teng’ begitu,” kata Sarwani.

Dia tak mengira benda lonjong yang ditemukannya itu granat. Setelah ditemukan, benda tadi sempat diberishkan Sarwani.

“Benda itu penuh tanah jadi saya bersihkan. Setelah dikasih tau teman sepekerjaan kalau itu granat, saya taruh di pelataran pondok,” terang Sarwani.

Dia lantas bergegas melaporkan temuannya tadi ke Polsek Haruyan. Lokasi penemuan dan letak granat pun langsung digaris polisi sembari menunggu Brimob datang untuk memastikan keamanan bom yang diduga peninggalan Perang Dunia kedua.

Sekira pukul 15.30, Tim Penjinak Bom Brimob Polda Kalsel datang ke lokasi untuk mengecek temuan warga tadi.

Ps Kanit Subden Jibom Brimob Polda, Ipda Edi Untoro, menyebutkan granat itu dipakai militer pada zaman dulu. Jenisnya granat nanas.

“Ini masih aktif. Rata-rata penemuan granat pasti masih aktif,” kata Edi.

Jenis granat ini, kata Edi, merupakan peninggalan dari perang-perang zaman dahulu atau pada Perang Dunia ke II.

Pada saat digunakan, terang dia, granat tidak terkonek. Artinya tidak meledak atau masuk kategori UXO.

“Granat ini mungkin sudah lama tertanam. Karena saat digunakan tidak meledak,” tutup Edi usai melakukan disposal atau penghancuran granat.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Napi

HST

Banjir HST, Puluhan Napi Rutan Barabai Terpaksa Dievakuasi Sementara

HST

Tekan Inflasi di HST, PUPR Kalsel Juga Harus Terlibat
Chairansyah

HST

Usai Nyoblos Bersama Istri, Chairansyah Monitoring Beberapa TPS di HST
apahabar.com

HST

5 Anggota BPD di Meratus Terpilih, Bupati HST: Selamat Bertugas
pascabanjir HST

HST

Pascabanjir HST, Disperkim Bangun Huntara di 2 Kecamatan Terdampak

HST

Terkena Vertigo Perifer, Dara 22 Tahun Ini Rasakan Manfaat JKN

HST

Pilkada 2020 di HST: Ratusan Prajurit Disiagakan, Kapolres Tegaskan TNI-Polri Netral
Penganiayaan Pegiat Lingkungan

HST

Pelaku Bawa 60 Tahil, Kasus Penganiayaan Pegiat Lingkungan Hidup di HST Selesai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com