Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Terbebani Biaya Pengobatan, Warga Hantakan Ini Pilih Bayar Iuran Bulanan KIS

- Apahabar.com Sabtu, 6 Maret 2021 - 07:16 WIB

Terbebani Biaya Pengobatan, Warga Hantakan Ini Pilih Bayar Iuran Bulanan KIS

Peserta BPJS Kesehatan, Asniati saat di kediamannya di Desa Hantakan./Foto Feri for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Asniati (51) pernah terbebani ketika harus merogoh saku pribadi untuk pengobatan mendiang suaminya.

Wanita asal Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu harus membayar mahal pengobatan jantung sampai beberapa kali suaminya menjalani perwatan.

Hal itu dirasakannya sebelum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Setelah terdaftar pada segmen kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Pekerja Mandiri, ibu dua anak ini baru merasa lega.

“Walau penyakit itu tidak pernah sepenuhnya sembuh hingga akhir hayat suami saya, tetapi dengan adanya KIS yang kami miliki ini sangat membantu dari segi pembiayaannya,” aku Asniati belum lama tadi.

Asniati menceritakan awal mula mendaftar sebagai peserta JKN-KIS ke BPJS Kesehatan Cabang Barabai didasari niat ingin memiliki jaminan bagi proses pengobatan keluarganya. Tetutama bagi suaminya yang memiliki penyakit jantung.

“Beberapa kali perawatan yang dijalani sudah menggunakan biaya pribadi, terkadang cukup besar. Jadi kami mencoba mencari jaminan, akhirnya kami memutuskan menjadi peserta BPJS Kesehatan yang mandiri,” jelas Asniati.

Walau harus rutin membayar iuran, Asniati merasa manfaat jaminan kesehatan yang diterimnya lebih besar dari pada yang dibayar dalam setiap bulannya.

Lebih lanjut, Asniati bercerita bahwa JKN-KIS juga pernah menjamin operasi mata sang suami.

“Selain jantung, KIS kami juga pernah digunakan untuk jaminan ketika suami saya operasi mata. Alhamdulillah semuanya terjamin,” kata Asniati.

Teranyar, sang anak, Fahriza Muhaimin (22) yang merasakan manfaat jaminan program JKN-KIS.

“Setelah suami saya wafat, sempat tidak terbayang bagaimana ketika anak saya tiba-tiba sakit seperti ini,” pikir Asniati.

Asniati menyebut sang anak bahkan harus dirawat di RSUD H Damanhuri Barabai. Untungnya, KIS kedua anaknya memiliki jaminan penuh dari Pemkab HST.

“Anak saya harus dirawat selama 3 hari karena ada gejala batu ginjal. Sama sekali tidak bayar,” ungkap Asniati.

Dua anaknya ini terdaftar pada segmen kepesertaan penduduk yang didaftarkan oleh Pemkab HST. Hal ini berdasakan MoU Pemkab HST dengan BPJS Kesehatan melalui Program UHC (Universal Health Coverage) atau jaminan kesehatan semesta.

“Sampai sekarang anak saya masih rutin rawat jalan dan kontrol, luar biasanya semuanya masih ditanggung JKN-KIS sampai sekarang,” tutup Asniati.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Barabaoi

HST

Duh, Ratusan Guru Madrasah di HST 5 Bulan Belum Gajian, Kemenag: Tenang…
Pemkab HST

HST

Masih Berpotensi Banjir, Pemkab HST Perpanjang Status Tanggap Darurat
Apahabar.com

HST

Tim Gakkum Sasar Pasar Tradisional di HST, 26 Orang Terjaring Operasi Yustisi
apahabar.com

HST

5 Perangkat Daerah di HST Terima Penghargaan SP4N LAPOR Terbaik
Chairansyah

HST

Usai Nyoblos Bersama Istri, Chairansyah Monitoring Beberapa TPS di HST
apahabar.com

HST

Detik-Detik Anggota Wanadri Berdarah Banjar Meninggal di Pegunungan Meratus HST
apahabar.com

HST

HBA ke-60, Kejari HST Selamatkan Ratusan Juta Uang Negara
apahabar.com

HST

Poktan di Batara Panen Kacang, Bupati HST: Kontribusi Nyata Dukung Pertanian Tangguh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com