Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Terungkap! Sebelum Moeldoko, Gatot Nurmantyo Juga Mengaku Ditawari Kudeta Demokrat

- Apahabar.com Minggu, 7 Maret 2021 - 17:47 WIB

Terungkap! Sebelum Moeldoko, Gatot Nurmantyo Juga Mengaku Ditawari Kudeta Demokrat

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo ketika mencium tangan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto-Istimewa via Sripoko.com

apahabar.com, JAKARTA – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku, dirinya juga ditawari melakukan kudeta atau mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

Gatot Nurmantyo mengatakan, ajakan tersebut muncul sebelum Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ditetapkan sebagai ketua umum versi kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Namun Gatot tak mengungkapkan siapa pihak yang mengajaknya melakukan kudeta.

“Nanti visi yang dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu, mosi tidak percaya, AHY turun. Setelah turun, baru pemilihan,” ujar Gatot lewat video yang diunggah di akun Instagram-nya, Minggu (7/3) dilangsir Republika.co.id.

Namun, ia menolak ajakan untuk mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat. Salah satu alasannya adalah sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

“Saya Pangkostrad dipanggil oleh SBY ke Istana ‘Kamu akan saya jadikan Kepala Staf Angkatan Darat’. Karena saya terima kasih atas penghargaan ini dan akan saya pertanggungjawabkan,” ujar Gatot.

Gatot mengatakan, SBY merupakan sosok yang telah membantunya meraih prestasi di dunia militer. Hal itulah yang membuat ia menolak ajakan untuk menggulingkan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Saya dibesarkan oleh dua Presiden. Satu Pak Susilo Bambang Yudhoyono, satu lagi Pak Joko Widodo, kan gitu. Terus saya membalasnya dengan mencongkel (kudeta) anaknya,” ujar Gatot.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut bahwa Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tak mencerminkan sikap kesatria. Tak segan, ia menyebut Moeldoko dan pelaku kudeta benar-benar tega melakukan ini kepada pihaknya.

“Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara ini, banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya KSP Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam, benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” ujar SBY di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jumat (5/3).

SBY menilai KSP Moeldoko justru hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira yang pernah bertugas dalam jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). SBY pun meminta maaf karena pernah menunjuk Moeldoko sebagai panglima TNI ketika dirinya menjabat sebagai Presiden RI.

“Rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu,” ujar SBY.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Korban Tewas Sempat Sapa Pelaku Teror:’Hello, Brother’
gratifikasi

Nasional

Hebat! Cerita 3 Orang Tolak Gratifikasi Hingga Diganjar Penghargaan
apahabar.com

Nasional

Kembangkan Vaksin dari Tembakau, Perusahaan Rokok Klaim Cepat Sembuhkan Penderita Covid-19
apahabar.com

Nasional

Ke Korea Selatan, Presiden Akan Perkuat Kerja Sama Bidang Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Mantan Calon Bupati dari PDIP Beri Camry ke Mahfud Md?
apahabar.com

Nasional

BPBD Pacitan Siagakan Personel di Sejumlah Objek Wisata Pantai
apahabar.com

Nasional

Gempa Tektonik Dapat Picu Peningkatan Aktivitas Vulkanisme
apahabar.com

Nasional

Kecelakaan Maut di Tol Purbaleunyi, Dua Orang Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com