Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel

Tim DVI Mabes Polri Periksa Jasad Herman

DVI Mabes Polri dibantu dokter memeriksa jasad Herman yang diduga korban penganiayaan oknum Polresta Balikpapan.
- Apahabar.com     Kamis, 4 Maret 2021 - 14:22 WITA

Tim DVI Mabes Polri Periksa Jasad Herman

Kuasa hukum keluarga Herman hadir di lokasi pembongkaran makam. Foto-Riyadi/apahabar.com

apahabar.com, BALIKPAPAN – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dibantu dokter memeriksa jasad Herman yang diduga korban penganiayaan oknum Polresta Balikpapan.

Proses pemeriksaan jasad Herman usai dibongkar di TPU Km 05, Balikpapan memakan waktu lama. Mulai pukul 08.00 Wita, baru kelar jam 12.00 Wita.

“Untuk kegiatan ini kita melibatkan DVI Mabes Polri, Dokter Forensik dari Mabes Polri, Dokter dari Polda Kaltim, Krimum, Sabhara dan Propam. Pengacara keluarga juga kita hadirkan supaya untuk menyaksikan jalannya proses penyidikan,” kata Wadir Krimum Polda Kaltim, AKBP Roni Faisal.

Roni mengatakan untuk hasil pemeriksaan dari Tim DVI Mabes Polri nantinya akan dirilis setelah otopsi selesai.

Pemeriksaan jasad Herman juga merupakan rangkaian kegiatan penyidik dalam menangani kasus yang dilaporkan oleh keluarga korban sejak Desember 2020 lalu.

“Hasil nanti akan disampaikan oleh Tim Forensik. Tetapi kegiatan ini untuk memenuhi kegiatan kami dari penyidik untuk mengungkap almarhum bagaimana Herman meninggal,” pungkasnya.

Sejauh ini sudah enam anggota Polresta dijadikan tersangka dalam kasus ini. Keenam anggota tersebut telah mendapat sanksi kode etik.

Namun kuasa hukum keluarga korban melaporkan adanya tindak pidana yang menghilangkan nyawa Herman. Alhasil pembongkaran makam pun sebagai rangkaian penyelidikan dari Dit Reskrimum Polda Kaltim.

“Kegiatan hari ini pelaksanaan otopsi untuk korban Herman. Yang jelas pelaksanaan otopsi ini kan bertujuan dalam rangka penyelidikan juga, sehingga kita bisa mengetahui apa penyebab pastinya korban Herman meninggal dunia,” tutur Kuasa Hukum Keluarga Herman, Bernard Marbun ditemui di lokasi pembongkaran makam.

Bernard mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Sebab pihaknya tidak hanya melihat pelanggaran kode etik semata, melainkan adanya unsur pidana.

“Kita dari LBH Samarinda akan terus mendorong agar kasus ini bisa terang benderang, sehingga pasal yang didakwakan nantinya itu juga terang benderang. Karena sesuai target kita ini tidak sebatas pelanggaran kode etik saja, tapi ini merupakan tindak pidana yang juga harus di proses secara hukum,” ujarnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kaltim Segera Tuntaskan Dokumen RZWP3K

Kaltim

[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan
40 Mahasiswa

Kaltim

40 Mahasiswa Kaltim di Mesir Diguyur Beasiswa, UAS Bersyukur

Kaltim

PNS DLH Kaltim Ditemukan Meninggal di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Santri Terpapar Covid-19

Kaltim

Puluhan Santri Terpapar Covid-19, 2 Rumah Tahfidz di Balikpapan Ditutup

Kaltim

Curi Keramik Masjid, Komplotan Maling Spesialis Bahan Bangunan Diciduk Polisi Balikpapan

Kaltim

Teroris Ditangkap di Balikpapan, Wali Kota: Sulit Dideteksi

Kaltim

Duh, Seluruh Panitia PPDB di SDN 006 Balikpapan Selatan Terpapar Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com