Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Top! Jamu Gendong Ibu Nining asal Kintap Tembus Pasar Eropa

- Apahabar.com Jumat, 5 Maret 2021 - 11:08 WIB

Top! Jamu Gendong Ibu Nining asal Kintap Tembus Pasar Eropa

Bupati Tanah Laut Sukamta menerima jamu kemasan dari Neneng Pengusaha Jamu di sela pertemuan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di Kintap. Foto-apahabar.com/Ali Chandra

apahabar.com, PELAIHARI – Geluti usaha jamu gendong sejak 1995, kini jamu milik Hj Nining Eko Puji Lestari (Ibu Nining) warga Desa Kebun Raya, Kecamatan Kintap, Tanah Laut, kini terus berkembang bahkan tembus pasar Eropa.

Hasilnya, kini Jamu Gendong Ibu Nining ini berhasil meraih omset hingga Rp 25 juta per bulan.

Nining menceritakan produk jamu tradisional olahan warga yang berawal dari jamu gendong saat ini dipasarkan ke level internasional hingga tembus ke Benua Eropa dengan kemasan modern.

Keinginan untuk mengangkat sampai level internasional, ungkap Nining, supaya pemasaran makin meluas ditambah dorongan dari perusahaan yang selama ini membina usahanya hingga berhasil.

“Tanpa bantuan binaan dari Arutmin Site Kintap dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mustahil kami bisa berkembang,” ungkap Neneng, Jumat (5/3).

Kini Nining memiliki karyawan 5 orang untuk membantu menjalankan produksi jamu.

Setiap bulannya rata-rata mampu memproduksi hingga 500 kilogram jamu.

Dengan produksi 11 varian jamu kemasan, di antaranya jamu beras kencur, kunyit, manjakani, serta jamu ginseng dan yang terbaru jamu anti Covid-19 juga diolah.

Sesuai kondisi pandemi, Neneng mengolah jamu anti Covid-19 yang cukup laris dipesan konsumen sehingga jamu tradisional produksinya diperkenalkan di gerai pameran atau expo di Turki.

“Saya berpikir jamu gendong tradisional bisa diangkat supaya pemasaran meluas, dengan digandeng Arutmin alhamdulillah bisa tembus ke luar negeri. Di mana ini memang ada impian jamu saya bisa go internasional bisa ikut expo di Turki,” katanya.

Memang Arutmin cukup serius mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) warga sekitar Kintap, Tala.

Keseriusan itu terlihat dalam pertemuan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang langsung dihadiri oleh Bupati Tala, Sukamta.

Sejumlah UMKM yang dibina oleh CSR Arutmin di antaranya pengembangan usaha jasa menjahit budidaya serai wangi, ternak ayam ras petelur hingga usaha produksi jamu tradisional.

Sementara itu Bupati Sukamta turut mengapresiasi UMKM jamu hasil produksi warga Kintap yang mampu menembus pasar Eropa.

Sukamta berharap dengan geliat produksi jamu di wilayah Kintap akan menimbulkan multi efek positif bagi usaha lainnya di Tanah Laut, terutama untuk pengadaan bahan baku jamu agar ditanam oleh petani lokal.

Sementara, Manager PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap, Lutfi Qolbirokhim, mengatakan Arutmin Indonesia terus memberikan dukungan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kemandirian ekonomi melalui program corporate social responsibility (CSR) di wilayah Kecamatan Kintap.

Maka dari itu, sebutnya, program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar tambang, bisa mendapatkan kemanfaatan yang besar.

“Sebab perlu diingat usia pertambangan sendiri ada batas waktunya dan Masyarakat sekitar tambang bisa mandiri seterusnya setelah kami tutup,” tandasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ramadan

Kalsel

Salat Tarawih dan Bukber di Masjid Banjarmasin Diperbolehkan, Catat Syaratnya!
apahabar.com

Kalsel

Nobar Debat, BPD Prabowo-Sandi Sajikan Durian
apahabar.com

Kalsel

Pildacil Banjar 2019, Lahirkan Generasi Islam Unggul dan Berakhlak Mulia
apahabar.com

Kalsel

Police Go to Masjid, Program Polisi Kotabaru Gelorakan Budaya Gotong Royong
Lompat dari Jembatan

Kalsel

Breaking News! Diduga Lompat dari Jembatan Antasari Banjarmasin, Mayatnya Ditemukan di Sungai Martapura
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 19 Agustus: 7.363 Positif dan 4.750 sembuh
apahabar.com

Kalsel

Bawaslu Apresiasi Paslon Pilwali Banjarmasin 2020 yang Turunkan Baliho Sosialisasi Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Alasan Ekonomi, Pasutri Sikat Handphone Pegawai Polsek Pelaihari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com