Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Ultah ke-22 AMAN: Dayak Meratus Masih Menanti Pengakuan

- Apahabar.com Rabu, 17 Maret 2021 - 16:42 WIB

Ultah ke-22 AMAN: Dayak Meratus Masih Menanti Pengakuan

Sampai hari ini masyarakat Dayak Meratus masih menanti pengakuan. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Tepat hari ini, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) berulang tahun. Menginjak usia ke-22, mereka masih menanti kado manis: pengakuan masyarakat adat Dayak Meratus.

“Yang dibutuhkan utamanya adalah pengakuan. Itu yang kami harapkan dari dulu sampai sekarang,” kata Ketua AMAN Kalsel, Yulius Tanang dalam obrolan ringan kepada apahabar.com.

Masyarakat Adat, Benteng Terakhir Pegunungan Meratus

Puluhan tahun, masyarakat adat di pedalaman pegunungan Meratus berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah. Isu penting pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat di DPR RI hingga kini yang belum juga tuntas.

“Sudah lama, mungkin puluhan tahun. Cuman respons pemerintah saja lagi. Kendalanya kalau diusulkan sudah juga, cuman belum sampai waktunya, belum diakui,” lanjut dia.

Bukan sekadar pengakuan, namun melalui payung hukum dan aturan perundangan-undangan juga dapat membantu mengatasi carut-marut persoalan tata ruang.

“Dari segi kebijakan, kalau tidak diakui hak-hak masyarakat adat bisa hilang. Harapan kita secepatnya disahkan oleh pemerintah,” ulang dia.

DPRD Kalsel Janjikan Perda Pengakuan Hak Masyarakat Adat Dayak Meratus

Meminjam data Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA), sampai Agustus 2020 telah terdaftar 863 peta wilayah adat dengan luas mencapai 11,09 juta hektar.

Sementara, menurut Yulius, hutan adat di Pegunungan Meratus mencapai luasan sekitar 200 ribu hektare, membentang di delapan kecamatan.

“Luasannya hampir 200 ribu hektare tersebar di 8 kabupaten di Kalsel. Banjar, Tapin, Tanah Bumbu, Kotabaru, Balangan, HST, HSS, Tabalong,” sebutnya.

Berjalannya waktu, perjuangan masyarakat Adat untuk mendapatkan pengakuan oleh negara mendapat titik terang.

Berkas dan data pelengkap sudah jauh-jauh hari diusulkan, pembahasan rancangan peraturan daerah (raperna) kini tengah digodok pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama pemerintah provinsi Kalsel.

“Upayanya kami mengusulkan dan menyediakan pemetaan wilayah adat di berbagai kabupaten/kota juga sudah disiapkan. Memang, menunggu dari pemerintah saja lagi untuk menindaklanjuti. Karena yang membuat perda adalah pemerintah. Antisipatif sudah banyak dilakukan oleh anggota AMAN, ” jelasnya.

Pemerintah Hadir, Masyarakat Adat Meratus Kuat

Bahkan menurut Yulius, pemerintah telah membentuk tim bersama sejumlah tokoh untuk melakukan verifikasi dan identifikasi langsung di lapangan. Tepatnya di desa Gunung Raya dan Tamunih di Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu.

“Hari ini ada acara bersama pemerintah dan AMAN turut diundang. Rencananya melakukan verifikasi untuk mengecek langsung masyarakat adatnya. Mengetahui sejarah, asal usul, sampai adatnya,” paparnya.

Tentunya hal itu menjadi angin segar bagi masyarakat adat yang hidupnya bergantung akan hasil hutan. Sebab, sebagian besar memiliki mata pencaharian utama berladang, bertani hingga berburu, bukan menambang batu bara.

Keluh Kesah Dayak Meratus di Hari Masyarakat Adat Nasional 2019

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Alasan Wali Kota Enggan Buka Wisata Andalan Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Terus Antisipasi Karhutla, Polsek Batang Alai Edukasi Warga Tentang Bahayanya
apahabar.com

Kalsel

Pondok Sehat Al Wahida, Layani Terapi Stres Lewat Metode Ruqyah
apahabar.com

Kalsel

Melihat Gebrakan Tim Opsnal Resnarkoba Polres HST John Lee Cs di Bumi Murakata
apahabar.com

Kalsel

Tips Jadi Penulis Ala Dewi Lestari, Mesti Perbanyak Jam Terbang
apahabar.com

Kalsel

Benda Misterius Diduga Bom Hebohkan Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tiru 10 Kota di Dunia, Banjarmasin Segera Deklarasikan Kota Ramah Pesepeda
apahabar.com

Kalsel

Ditlantas Polda Kalsel Makin Bersahabat dengan Anak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com