Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Usai Moeldoko Jadi Ketum KLB Demokrat, SBY Serukan ‘Perang’

- Apahabar.com Sabtu, 6 Maret 2021 - 10:43 WIB

Usai Moeldoko Jadi Ketum KLB Demokrat, SBY Serukan ‘Perang’

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA -K.etua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengajak seluruh kader untuk berjuang mempertahankan kedaulatan dan kemandirian partai pasca-Kongres Luar Biasa (KLB).

“Ibarat peperangan, perang yang kita lakukan adalah perang yang dibenarkan. Sebuah war of necessity. Sebuah justice war, perang untuk mendapatkan keadilan,” kata SBY dalam konferensi pers, Jumat (5/3) malam.

Ia menjelaskan bahwa mempertahankan kedaulatan dan kemandirian partai adalah perjuangan yang suci dan mulia. Selain itu, ia yakin Presiden Joko Widodo memiliki integritas dalam menyikapi yang disebut sebagai perebutan Partai Demokrat.

“Saya juga tetap percaya bahwa negara dan pemerintah akan bertindak adil. Serta akan sepenuhnya menegakkan pranata hukum yang berlaku. Baik itu konstitusi kita. UUD 1945 dan UU parpol maupun AD/ART Partai Demokrat yang secara hukum mengikat,” ungkap SBY.

Presiden ke-enam RI itu juga membongkar sejumlah hal dalam gelaran KLB Deli Serdang yang menurutnya tak memenuhi syarat dan ketentuan AD/ART Partai Demokrat. Karena itu dia pun menganggap KLB tersebut tidak sah dan ilegal.

Lebih lanjut, menurut SBY melalui KLB ini terlihat bahwa Moeldoko benar melakukan kudeta Partai Demokrat. Sebelumnya, Moeldoko mengelak ketika namanya disebut dalam isu kudeta Partai Demokrat.

“Memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” kata SBY.

SBY menyebut perebutan kepemimpinan di Demokrat merupakan tindakan tak terpuji dan jauh dari sikap ksatria. Menurutnya, sikap tersebut juga hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira yang pernah menjadi prajurit TNI.

Ia sendiri merasa malu pernah Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 2013 lalu saat menjadi presiden. Sebelum Panglima TNI, Moeldoko menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

“Termasuk rasa malu, dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun ke hadirat Allah SWT,” kata SBY dalam jumpa pers di Cikeas.

 

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dalami Kasus Korupsi Dana Hibah KONI, KPK Periksa Sesmenpora
apahabar.com

Nasional

Sertijab Menhan, Prabowo Ditemani Hasyim dan Kakak-Kakaknya
apahabar.com

Nasional

Jelang Kedatangan UAS, Jalan Mesjid Raya Banjarmasin Akan Dialihkan
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Indonesia Siapkan Strategi Baru Bela Siti Aisyah
apahabar.com

Nasional

Belum Dipastikan Aman, Pemerintah Akan Buka 124 Daerah
apahabar.com

Nasional

Daripada Rektor Asing, Pengamat: Berdayakan Putra Bangsa Saja
apahabar.com

Nasional

Hari Ini Jokowi ke Palangkaraya, Berikut Agenda dan Lokasi yang Dikunjunginya
apahabar.com

Nasional

Masih Ingat Aa Gatot Brajamusti, Kini Telah Tiada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com