Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

5 Warga Binaan Seumur Hidup Lapas Balikpapan Ajukan Pengampunan ke Presiden

- Apahabar.com Jumat, 23 April 2021 - 20:12 WIB

5 Warga Binaan Seumur Hidup Lapas Balikpapan Ajukan Pengampunan ke Presiden

Ilustrasi napi yang mendapat remisi. Foto-Antara/Syifa yulinnas

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sedikitnya 5 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Balikpapan, Kaltim, yang terpidana seumur hidup mengajukan pengampunan atau grasi kepada Presiden Joko Widodo.

Kelima WBP ini merupakan pelaku pembunuhan berencana dan perampokan di Tarakan, Kalimantan Utara, sekira pada 2016 silam.

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas IIA Balikpapan, Achmad Zaki, mengatakan kelima WBP tersebut dinilai telah memenuhi syarat yakni berkelakuan baik. Sehingga kelimanya menuliskan surat pengampunan kepada Presiden Joko Widodo yang diteruskan melalui Lapas Balikpapan.

“Sidang putusan menetapkan mereka dihukum seumur hidup dan menjalani masa hukumannya di Lapas Klas II A Balikpapan. Untuk bentuk keringanan bagi mereka ada yang namanya grasi, yang dapat diajukan per lima tahun. Salah satu syaratnya, selama waktu tersebut mereka harus berkelakuan baik. Sejauh ini, saya lihat mereka baik,” kata Zaki.

Dalam aturan yang berlaku, WBP yang dikabulkan pengajuan grasinya bisa mendapat keringanan hukuman yakni maksimal yakni 20 tahun pidana. Hanya saja hal tersebut bila dikabulkan oleh Presiden terkait permohonan pengampunan atau grasi tadi.

Lapas Balikpapan

Kasubsi Registrasi Lapas Klas II A Balikpapan, Achmad Zaki. Foto-apahabar.com/Ahmad Riyadi

“Tapi perlu diingat, grasi ini ditujukan kepada Presiden. Keringanan hukuman tersebut dapat diterima jika Presiden menerima permohonannya. Jika tidak, maka hukuman tetap berlanjut. Nanti dibuktikan dengan fakta-fakta berkelakuan baik,” ujarnya.

Prosesnya cukup panjang, yakni surat harus diverifikasi terlebih dahulu. Ketika permohonan telah dikabulkan, maka tanggal kebebasan pun telah ditetapkan.

“Nanti diverifikasi dulu, lalu mereka sidang dan di situ ditentukan apa mereka berhak mendapatkan grasi. Bisa jadi hukuman maksimal, kalau kemarin tidak ada tanggal bebasnya, ini mereka sudah punya tanggal bebasnya,” jelas Zaki.

Diketahui, sejauh ini ada 6 narapidana yang menjalani hukuman seumur hidup. Namun, dari enam orang tersebut, hanya lima yang dapat mengajukan grasi. Sedangkan satu orang lainnya, tidak bisa mengajukan grasi karena memiliki catatan kejahatan berulang dan tidak menunjukkan kelakuan baik.

“Sebelumnya belum pernah ada yang mengajukan setahu saya, baru lima orang ini yang mengajukan grasi,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ijazah Palsu

Kaltim

Kisruh Dugaan Ijazah Palsu, Kuasa Hukum Rahmad Masud Ancam Lapor Balik
apahabar.com

Kaltim

Lagi, Pemprov Kaltim Bakal Resmikan 2 Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Kaltim

Menteri Pendidikan Berharap PTM di Balikpapan Digelar Sebelum Juli
pemkot samarinda

Kaltim

Deteksi Covid-19, Pemkot Samarinda Gunakan GeNose
pelaku begal

Kaltim

Dua Pelaku Begal Diringkus Tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Positif Covid-19 di Kaltim Bertambah 197 Kasus
apahabar.com

Kaltim

Kriteria Sapi Kurban Presiden Jokowi
Balikpapan

Kaltim

Balikpapan Perpanjang PPKM, Puskesmas Siaga 24 Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com