Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Ada Pesantren Tobatan Nasuha di Lapas Tenggarong

- Apahabar.com Jumat, 2 April 2021 - 00:34 WIB

Ada Pesantren Tobatan Nasuha di Lapas Tenggarong

Kepala Divisi Pemasyarakatan Lapas Tenggarong, Jumadi saat meresmikan Pesantren Tobatan Nasuha. Foto-Istimewa

apahabar.com, TENGGARONG – Lapas Tenggarong sepertinya benar-benar memikirkan nasib bagi para narapidananya. Agar selamat dari dunia akhirat dan segera mengubah perilaku hidup, pihak Lapas Tenggarong mendirikan pesantren yang dinamakan Pesantren Tobatan Nasuha.

Pendirian pesantren ini diresmikan langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Lapas Tenggarong, Jumadi dan dihadiri oleh Kepala Lapas Tenggarong Agus Dwirijanto.

Dalam sambutannya, Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto mengatakan bahwa pendirian pesantren tersebut sebagai bentuk perwujudan dari program pembinaan kepribadian dan kerohanian di dalam lapas.

“Nantinya lulusan pesantren ini akan menjadi pioneer kebaikan bagi rekan sesama warga binaan dan bagi masyarakat kelak,” katanya.

Adanya pesantren ini disambut baik oleh warga binaan. Dimana mereka bersyukur bisa memperdalam ilmu pengetahuan bidang kerohanian selama di dalam Lapas.

“Bersyukur mas, ada pesantren di Lapas ini. Karena saya dapat menambah ilmu pengetahuan dan bisa jadi bekal saya kalau pas bebas nanti,” kata Abu Mansyur, salah seorang warga binaan.

Dalam menambah motivasi para warga binaan, Lapas Tenggarong menghadirkan ustad kondang Das’ad Latif.

Dalam ceramahnya Ustadz Das’ad menyampaikan bahwa warga binaan jangan bersedih dengan apa yang diterima saat ini. Karena sesungguhnya mungkin inilah jalan menuju surga yang telah ditakdirkan oleh Allah, karena sesungguhnya jalan menuju surga itu gratis dan sebaliknya jalan menuju neraka itu harus berbayar.

“Coba kita renungkan kita diwajibkan salat itu gratis, kita diwajibkan puasa juga gratis, dianjurkan zikir juga gratis, itu semuanya jalan menuju surga. Sedangkan jalan menuju neraka itu sebenarnya mahal dan berbayar. Misal, judi, main perempuan dan sebagainya,” ujarnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Balikpapan

Kaltim

Pria Paruh Baya di Balikpapan Ditemukan Tewas Tergantung
Palsukan Surat Rapid

Kaltim

Palsukan Surat Rapid Test, 3 Pria di Samarinda Diciduk Polisi
Tenggelam

Kaltim

Kapal Bermuatan Batu Bara Tenggelam di Sungai Mahakam, 1 ABK Hilang
apahabar.com

Kaltim

Muncul di Kebun Warga, Orangutan Berhasil Diselamatkan di Bontang
Pemkot Balikpapan

Kaltim

Formalin Ditemukan di Bahan Makanan, Pemkot Balikpapan Sidak Pasar Ramadan
apahabar.com

Kaltim

2020, Target Pendapatan APBD Penajam Naik
apahabar.com

Kaltim

Respon Keputusan Jokowi, Kaltim Segera Terbitkan SE Libur Nasional 9 Desember
Kasus Herman

Kaltim

Kecewa, Adik Tahanan Tewas di Balikpapan Ancam Bunuh Diri di Polda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com