Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Tetap Sekat Pemudik! Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya Hilal Belum Nongol di Kalsel, 1 Syawal 1442 H Tunggu Sidang Isbat

Adat Mesiwah Pare Gumboh Balangan Diusulkan Jadi Warisan Budaya

- Apahabar.com Senin, 19 April 2021 - 14:26 WIB

Adat Mesiwah Pare Gumboh Balangan Diusulkan Jadi Warisan Budaya

Pemerintah Kabupaten Balangan, melalui Dinas Pendidikan Bidang Kebudayaan mengusulkan kebudayaan Adat Mesiwah Pare Gumboh yang ada di Balangan untuk menjadi warisan budaya nonbenda. Foto-Istimewa

apahabar.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan, melalui Dinas Pendidikan Bidang Kebudayaan mengusulkan kebudayaan Adat Mesiwah Pare Gumboh yang ada di Balangan untuk menjadi warisan budaya nonbenda.

Seperti diketahui, warisan budaya benda adalah warisan budaya yang bisa di indera dengan mata dan tangan, misalnya berbagai artefak atau situs yang ada di sekitar.
Termasuk di dalamnya adalah candi-candi dan arsitektur kuno lainnya, sebilah keris, gerabah/keramik, sebuah kawasan, dan lain-lain.

Sedangkan, warisan budaya tak benda, sebaliknya, merupakan warisan budaya yang tak bisa di indera dengan mata dan tangan, namun jelas-jelas ada di sekitar kita.

Contohnya seperti seni tari, Adat Mesiwah Pare Gumboh yang ada di Desa Liyu kecamatan itu bisa digolongkan sebagai warisan budaya tak benda.

Kasi Sejarah dan Kebudayaan Disdik Balangan, Fahriati menjelaskan, sedikitnya ada 10 kebudayaan yang ada di kabupaten Balangan ini akan didaftarkan ke pemerintah pusat dan tahap usulan untuk menjadi warisan tak benda yang dimiliki Kabupaten Balangan.

“Sebenarnya ada 10 warisan budaya tak benda yang akan diajukan di tahun 2021, yaitu Mesiwah Pare Gumboh, I’Lau, Bausung Pangantin, Bapapai, Tari Gintur, Mandai, Sumpit, Kasapi, Salon, dan Miulahan,”ujarnya kepada apahabar.com, Senin (19/04).

Apalagi tambahnya, budaya adat tersebut masih begitu kental di Kabupaten Balangan. Terutama pada beberapa desa tertentu.

Saat ini jelas Fahriati, pihaknya meneliti dan mengkaji lebih mendalam terkait sepuluh kebudayaan tersebut. Tentunya hal itu untuk melengkapi persyaratan teknis terkait pengusulannya ke pemerintah pusat.

Beberapa waktu lalu, pihaknya juga telah mendatangi Desa Liyu untuk peninjauan kebudayaan yang ada disana. Satu di antaranya yakni Mesiwah Pare Gumboh yang digelar besar-besaran sejak beberapa tahun lalu.

“Mesiwah Pare yang artinya selamatan syukuran pasca panen juga diiringi doa-doa dan ritual bentuk syukur warga atas hasil panen setiap tahunnya,” imbuhnya.

Budaya ini merupakan adat dari suku Dayak Deah yang berada di wilayah Desa Liyu dan Desa Upau yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong. Budayanya pun dianggap masih cukup kental yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Menpora Datang, TNI-Polri Perketat Pengamanan Trail Uncle Hard Enduro
Forkopimda Banjarmasin

Banjarmasin

Jelang Idulfitri, Forkopimda Banjarmasin Gelar Sidak di Pasar Antasari
apahabar.com

Kalsel

Kanwil Kemenkumham Kalsel Lakukan Sosialisasi Verifikasi dan Akreditasi OBH
apahabar.com

Kalsel

Disperindag Banjar Bersama Pertamina Gelar Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Simpang Empat Martapura
apahabar.com

Kalsel

Saniah Tak Kuasa Menahan Tangis di Hadapan Dandim Martapura, Ini Sebabnya
Balangan

Kalsel

Hari Kedua Ngantor, Bupati Abdul Hadi Sidak RS Balangan
Paman Birin Kukuhkan Haris Makkie sebagai Ketua IKA SMASA Banjarmasin

Kalsel

Paman Birin Kukuhkan Haris Makkie sebagai Ketua IKA SMASA Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sepekan CPNS Banjarmasin, Formasi Ini Kurang Peminat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com