Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Antisipasi Embargo, Pemerintah Tambah Pesanan Vaksin Sinovac

- Apahabar.com     Kamis, 8 April 2021 - 17:36 WITA

Antisipasi Embargo, Pemerintah Tambah Pesanan Vaksin Sinovac

Ilustrasi vaksin Sinovac. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah berencana menambah jumlah pemesanan sebanyak 90 juta – 100 juta Vaksin Sinovac guna mengantisipasi kebijakan embargo di beberapa negara produsen.

“Kami sudah melakukan antisipasi dengan cara menambah jumlah Vaksin Sinovac, karena sampai sekarang yang tidak pernah miss jadwal pengirimannya adalah yang dari China,” ujar Menkes dalam rapat kerja bersama DPR, dilansir dari Antara, Kamis (8/4).

Semula Indonesia dijadwalkan mendapatkan vaksin sekitar 100 juta dosis pada 2021, dengan rincian 54 juta dosis vaksin dari GAVI dan 50 juta dari AstraZeneca. Namun jadwal itu bergeser seiring adanya kebijakan dari beberapa negara yang memproduksi vaksin.

“Yang dari Eropa dan dari India itu terbukti jadwalnya yang sudah didiskusikan kemudian bergeser karena berbagai macam masalah politik di negaranya masing-masing,” ucapnya.

Informasi terakhir yang diterima dari AstraZeneca, rencananya mereka akan mengirim 50 juta dosis vaksin pada 2021. Namun terjadi perubahan, sehingga pihak AstraZeneca hanya bisa mengirim 20 juta vaksin di 2021, dan sisanya 30 juta vaksin diundur ke 2022.

“Vaksin dari GAVI yang 54 juta itu memang gratis, tapi ketidakpastiannya tinggi sekali, sedangkan yang AstraZeneca itu tidak ada perubahan harga, tapi mereka mengundurkan jadwalnya,” ujarnya.

Budi menegaskan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menuntaskan program vaksinasi rampung pada 2021.

“Jadi semua pengiriman vaksin yang di tahun 2022 tidak akan kami lakukan konfirmasi,” ucapnya.

Terkait harga penambahan vaksin dari Sinovac itu, Budi menyampaikan, pihaknya belum mengetahui apakah ada perubahan harga atau tidak.

“Masih dalam tahap diskusi awal, volume komitmennya juga mereka (Sinovac) belum memberikan komitmen,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Sah Ditandatangani Jokowi, Pasal 6 UU Omnibus Law Cipta Kerja Jadi Sorotan, Ada Apa?
apahabar.com

Nasional

Pertemuan Ketum JMSI dan KPK, Seirama Berantas Korupsi
apahabar.com

Nasional

Tragedi Limpasu HST, Korban Pencabulan di Ponpes Bertambah!
ASEAN-Jepang

Nasional

Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama Infrastruktur ASEAN-Jepang Terus Berlanjut
apahabar.com

Nasional

Dicopot Karena Istri, Jabatan Kolonel Hendi Resmi Digantikan Kolonel Alamsyah Sebagai Dandim Kendari
CPNS

Nasional

Fakta-Fakta Pensiunan PNS Bisa Dapat Rp 1 Miliar

Nasional

Ridwan Kamil Dukung Polisi Berangus Kelompok NII
UMP 2021

Nasional

Daftar Lengkap UMP 2021 di 34 Provinsi, Kalsel Rp 2.877.448
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com