Mei 2021, Tes GeNose C-19 Resmi Diberlakukan di Banjarmasin Hasil Tes Covid-19 Rawan Dipalsukan, Begini Tindakan Tegas KKP Banjarmasin Petugas Gabungan Belum Temukan Bocah SD Tenggelam di Sungai Tabalong Tanding Ulang Pilgub Kalsel, Ketika Ulama Jadi Corong Politikus Kadinkes Kalteng: Sertifikat Vaksin Bukan untuk Syarat Perjalanan

Arus Deras hingga Sampah Plastik Jadi Kendala Pencarian Santri Tenggelam di Sungai Martapura

- Apahabar.com Minggu, 4 April 2021 - 23:48 WIB

Arus Deras hingga Sampah Plastik Jadi Kendala Pencarian Santri Tenggelam di Sungai Martapura

Tim gabungan melakukan pencarian korban tenggelam, Santri Ponpes Darusalam, di Sungai Martapura, Minggu (4/4) pukul 22.00 Wita. Foto-apahabar.com/hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Derasnya arus sungai hingga sampah plastik menjadi kendala pencarian santri yang tenggelam di Sungai Martapura.

Hingga kini, Minggu (4/4) pukul 23.20 Wita, pencarian Abdul Karim (15), santri Ponpes Darussalam Martapura belum membuahkan hasil.

Pencarian dilakukan sejak Sabtu (3/4) sekitar pukul 16.00 Wita, dari tim gabungan di antaranya Basarnas Banjarmasin, Emergency, dan para relawan.

“Dari kemarin pencarian dengan menyisir sungai hingga radius 7 kilometer terus dilakukan, dari titik korban diduga tenggelam,” ujar Andi Surya Sinaga, Koordinator Lapangan Basarnas Banjarmasin, di posko pencarian Desa Pekauman Ulu, Martapura Timur.

“Kendala sementara penyisiran, arus yang deras, air yang keruh, sampah kayu bambu, sampah dari plastik juga ada,” sambungnya.

Ia menuturkan, sampai sekarang belum ada tanda-tanda korban ditemukan. “Besok akan kita perlebar pencarian sampai 9 kilometer,” terangnya.

Secara standar operasional prosedur (SOP), lanjut Andi, pencarian malam hari kurang efektif, dikarenakan pencahayaan kurang dan keruhnya air.

“Tapi tidak menutup kemungkinan malam ini juga dilakukan penyisiran. Kalau kawan-kawan relawan tetap melakukan penyisiran,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk pencarian besok, tim pencarian juga akan membersihkan sampah serta ranting-ranting di sungai.

“Karena mungkin saja korban tersangkut di ranting,” ucapnya.

Untuk diketahui, korban tenggelam bernama Abdul Karim (15), warga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Mulanya, korban bersama dua temannya, Junaidi dan Yugianto, mencuci pakaian di pinggir Sungai Martapura, tak jauh dari Asrama Hidayatussibyan, Martapura Timur, Sabtu (3/4) siang.

Tiba-tiba, sarung milik temannya Junaidi hanyut di sungai. Saat mengambil sarung dengan bercebur ke sungai, ketika itu lah ia hilang terbawa arus. Temannya pun tidak sempat lagi menolong.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kabupaten Banjar

TMMD di Desa Biih Dibuka, Target 30 Hari Selesai
KOTAKU

Kabupaten Banjar

Lanjutkan Program KOTAKU, Kementerian PUPR Tanam Pohon di Dua Lokasi Martapura
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Lulus Terbaik I, Siswi MTsN 6 Banjar Ini Punya Cita-cita Hafal Al-Qur`an
Ponsel

Kabupaten Banjar

Embat Ponsel Pengungsi Masjid Al Karomah Martapura, Pencuri Dimassa Warga Hingga Bonyok
tp pkk banjar

Kabupaten Banjar

Pelatihan Jualan Online, Ketua TP PKK Banjar Ingin Industri Kecil Bisa Bersaing

Kabupaten Banjar

Gegara Sarung, Seorang Santri Ponpes di Martapura Tenggelam Terseret Arus
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pemkab Banjar Segera Lakukan Tes Swab Massal, 9 Ribu Alat Disiapkan
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Jumlah ODP Bertambah, Gugus Tugas Banjar Bakal Bangun Posko di Bandara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com