Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga

Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject

- Apahabar.com Minggu, 18 April 2021 - 22:28 WIB

Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject

Bawaslu tidak mengetahui persis di mana lokasi spanduk tersebut dipasang, berikut sosok pemasangnya. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Bawaslu Kalsel memutuskan spanduk berisi gambar Denny Indrayana-Difriadi Darjat (H2D) melanggar aturan pemilu.

Putusan tertuang dalam surat pemberitahuan Bawaslu terkait laporan nomor 17/REG/PL/PG/Prov/22.00/IV/2021 tertanggal 17 April 2021. Surat hasil penilaian itu ditandatangani Ketua Bawaslu Kalsel Erna Kaspiyah.

Sebelumnya, laporan spanduk dilayangkan Deasy Irma Herlina, warga Sekumpul Kabupaten Banjar, 12 April lalu.

Deasy menuding Denny Indrayana selaku terlapor I dan Difriadi Darjat selaku terlapor II atas dugaan kampanye terselubung.

Hal itu menyusul temuan spanduk berisi foto kedua calon gubernur dan wakil itu. Spanduk berisi “Ayo berataan baimbaian hijrah gasan Banua”.

Dikonfirmasi, Komisioner Bawaslu Kalsel Azhar Ridhanie tak menyebutkan lokasi persis keberadaan spanduk itu.

Namun ia bilang pemasangan spanduk itu melanggar tata cara mekanisme prosedur di tahapan pemungutan suara ulang (PSU).

“Pelanggar tata cara mekanisme karena di PSU tak ada kampanye. Itu melanggar tata cara mekanisme prosedur, bahwa terpenuhi unsur kampanyenya karena alat peraga,” ucapnya, Minggu (18/4) sore.

Sementara, pelanggaran pidana pemilihannya dihentikan Bawaslu karena tak memenuhi unsur.

“Kami rapat juga dengan Sentra Gakkumdu tapi aspek pidananya dihentikan karena tak memenuhi unsur,” ujar koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran itu.

Karena sifatnya pelanggaran administratif, Bawaslu mesti segera menyampaikan rekomendasi itu ke KPU Kalsel.

“Karena bentuknya administratif tentunya ke KPU rekomendasinya. Sanksinya berupa pelepasan spanduk tersebut,” beber Aldo- panggilan akrab Azhar Ridhanie.

Lantas siapa yang mendapat sanksi? Aldo memastikan adalah orang yang memasangnya. Informasi yang diterimanya, spanduk itu berada di Martapura Kota Kabupaten Banjar.

“Karena subjek yang dilaporkan kan calon. Cuma calon juga tidak tahu tahu soal pemasangan itu. Yang memasang itu mungkin simpatisan. Dia berinisiatif memang itu. Artinya si pemasang yang dikenakan sanksi. Sanksinya ya melepas,” pungkasnya.

Respons Denny Indrayana

Baca di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cegah Peredaran Narkotika, BNNK Banjarmasin Rangkul Guru BK
apahabar.com

Kalsel

Eksekusi 8 Bangunan di Area RSUD Sultan Suriansyah Ditunda

Kalsel

Bawaslu Proses Dugaan Pelanggaran Kode Etik Anggota KPU Banjar
apahabar.com

Kalsel

Pemko Banjarmasin Kini Resmi Kuasai Lahan Kementerian Pertanian di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Tanah Laut Beri Bantuan pada Warga Terdampak Banjir Kintap
apahabar.com

Kalsel

Pamit dari DPRD Kalsel, Cuncung Minta Restu Berjuang di Senayan
Bunuh Anak

Kalsel

Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah
apahabar.com

Kalsel

Dewan Pers Proses Verifikasi Administrasi apahabar.com
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com