Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Biaya Haji 2021 Diproyeksikan Naik, Kepala BPKH Beberkan Besaran Nilainya

- Apahabar.com Rabu, 7 April 2021 - 08:05 WIB

Biaya Haji 2021 Diproyeksikan Naik, Kepala BPKH Beberkan Besaran Nilainya

Ilustrasi. Foto-butonpos.fajar.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk 2021 diperkirakan megalami kenaikan. Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu memproyeksikan kenaikan biaya untuk 2021 sebesar Rp 9,1 juta.

Angka tersebut, kata Anggito, masih sebatas proyeksi, karena masih tergantung dengan kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi.

“Jadi ada kenaikan Rp 9,1 juta, ini sudah dibahas di FGD (forum group discussion),” ujar Anggito dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, seperti dilansir Republika, Rabu (7/4).

Anggito menjelaskan, biaya haji pada 2020 sebesar Rp 35,2 juta. Dengan adanya proyeksi kenaikan sebesar 26 persen ini, biaya haji pada 2020 berkisar di angka Rp 44,3 juta.

“Dari komponen dari Rp 9,1 juta itu, paling banyak di program kesehatan biaya Rp 6 juta sendiri,” ujar Anggito.

Kenaikan biaya haji untuk 2021, terjadi akibat adanya pelemahan kurs rupiah terhadap dollar. Biaya penerbangan dan akomodasi juga menjadi pertimbangan dari proyeksi kenaikan BPIH.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama (Kemenag) saat ini masih menetapkan batas kurs rupiah sebesar Rp 14.200. Meskipun saat ini, kurs rupiah terhadap dollar berkisar di angka Rp 14.500.

“Ada kurs Rp 1,4 juta per orang, kemudian biaya hotel, hotel katering, dan akomodasi kenaikan Rp 1 juta per orang,” ujar Anggito.

Meski Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian mengenai pelaksanaan ibadah haji tahun ini, pihak-pihak yang berkepentingan di Indonesia tetap melakukan persiapan. Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH), misalnya, menyiapkan dua skenario terkait BPIH 2021.

“Pertama, panja pemerintah dan DPR Komisi VIII,  yang pasti bergantung pada kebijakan Pemerintah Saudi soal kepastian haji. Namun, kita telah membuat skenario soal kemungkinan penyelenggaran ibadah haji. Panja BPIH membuat dua skenario,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Skenario pertama, dia menerangkan, yakni jika penyelenggaraan haji dibuat secara penuh. Sedangkan skenario kedua, yakni jika kuota yang diberlakukan hanya setengah dari jumlah jamaah seharusnya.

“(Jumlah) anggarannya masih kita bahas karena ada komponen-komponen baru. Karena penyelenggaraan di tengah pandemi, masker, vaksinasi juga sudah jelas diberlakukan,” ujar Ace.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Cerita Kamal Saat Ramadan di Mesir, Makanan Berbuka Selalu Tersedia
apahabar.com

Habar

Yayasan H Maming 69 Dukung Rumah Tahfidz Al Maher Wujudkan Generasi Quran
apahabar.com

Habar

Ternyata Ini Alasan Ulama Afrika Hadiri Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Ceramah di ULM, Ustadz Khairullah Zein: Nabi Adalah Aktivis Pergerakan
apahabar.com

Habar

Bantu Amankan Banjar Bersholawat bersama Habib Syech, Banser Juga Turunkan Personel Wanita
apahabar.com

Habar

Setelah Nabawi, Masjid Kebanggaan Umat Islam Ini Juga Kembali Dibuka
apahabar.com

Habar

Cegah Paparan Corona, Kakbah dan Hijir Ismail Dipagari Seng
apahabar.com

Habar

Perantau, Dimana Mestinya Mengeluarkan Zakat Fitrah?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com