Cuaca Kalsel Hari Pertama Lebaran, Simak Prediksi BMKG…. Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya! Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong!

BMKG Pantau 34 Titik Lokasi Hilal Awal Ramadan 1422 H

- Apahabar.com Minggu, 11 April 2021 - 17:08 WIB

BMKG Pantau 34 Titik Lokasi Hilal Awal Ramadan 1422 H

Melihat posisi awal Ramadan. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bakal memantau 34 titik lokasi untuk melihat hilal sebagai penentu awal bulan Ramadan 1442 H.

Menurut BMKG, peristiwa konjungsi geosentrik atau konjungsi itjima’ terjadi pada hari Senin, 12 April 2021 pukul 09.30 WIB atau pukul 10.30 WITA atau pukul 11.30 WIT yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 22, 412 derajat.

Sementara itu, periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang yaitu 29 hari 16 jam 10 menit.

Lalu waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizontal teramati. Di wilayah Indonesia tanggal 12 April 2021, waktu Matahari terbenam paling awal pukul 17.37 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah 18.46 WIB di Sabang, Aceh.

“Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 12 April 2021 di wilayah Indonesia,” tulis BMKG yang dikutip CNN Indonesia.

Berdasarkan penjelasan di atas, secara astronomis rukyat hilal penentu awal bulan Ramadan 1442 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari terbenam tanggal 12 April 2021.

Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Ramadan 1442 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 12 April 2021 tersebut.

BMKG menjelaskan bahwa ketinggian hilal untuk pengamatan di antara 60 derajat Lintang Utara sampai 60 derajat Lintang Selatan saat Matahari terbenam di masing-masing lokasi pengamat di permukaan Bumi pada tanggal 12 April 2021.

Tinggi hilal sendiri adalah besar sudut yang dinyatakan dari posisi proyeksi Bulan di horizon teramati hingga ke posisi pusat piringan Bulan berada.

Tinggi hilal positif berarti hilal berada di atas horizon pada saat Matahari terbenam. Adapun tinggi hilal negatif berarti hilal berada di bawah horizon pada saat Matahari terbenam.

Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 12 April 2021 berkisar antara 2,62 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan
3,66 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat.

Ke-34 ibu kota provinsi tersebut yakni:

Banda Aceh
Medan
Padang
Pekanbaru
Bengkulu
Jambi
Tanjung Pinang
Palembang
Bandar Lampung
Pangkal Pinang
Serang
Jakarta
Bandung
Semarang
Yogyakarta
Surabaya
Pontianak
Palangka Raya
Banjarmasin
Samarinda
Tanjungselor
Denpasar
Mataram
Kupang
Mamuju
Makassar
Palu
Kendari
Gorontalo
Manado
Sofifi
Ambon
Manokwari
Jayapura

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mataram Arahkan Dana Kelurahan untuk Pengurangan Kemiskinan
apahabar.com

Nasional

Sampai Ada Vaksin, Masyarakat Diminta Hidup Berdamai dengan Covid-19 
apahabar.com

Nasional

Sederet Manfaat Omnibus Law versi Kemenkumham: Tak Melulu Soal Investasi
apahabar.com

Nasional

Update Korban Tsunami Selat Sunda, 430 Tewas
Satgas Covid-19

Nasional

Satgas Covid-19: 1.227.918 Nakes Telah Divaksinasi
apahabar.com

Nasional

2 Alat Deteksi Covid-19 Karya Indonesia Meluncur Desember 2020
apahabar.com

Nasional

Jokowi: 70 Persen Masyarakat Enggan Mengenakan Masker
apahabar.com

Nasional

Mappilu PWI Cari Pemimpin yang Mampu Bangkitkan Ekonomi Pasca-Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com