Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

BPOM Palangka Raya Terus Awasi Jajanan Takjil

- Apahabar.com Selasa, 20 April 2021 - 18:04 WIB

BPOM Palangka Raya Terus Awasi Jajanan Takjil

Petugas BPOM Palangka Raya saat melaksanakan pengawasan jajanan takjil. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Dalam upaya intensifikasi pengawasan jajanan berbuka puasa, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya melakukan pengawasan terpadu pangan takjil di kota setempat.

Sejak memasuki Ramadan 1422 Hijriyah, pihaknya sebanyak dua kali telah turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan langsung.

Direncanakan pada 21 April, akan dilaksanakan di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau serta akan dilanjutkan di kabupaten lain di Kalteng.

“Ini akan terus berproses sepanjang Ramadan dan seminggu setelah Idulfitri akan tetap dilakukan,” kata Kepala BPOM Palangka Raya Leonard Duma, Selasa (20/4).

Leonard mengakui, tingkat kesadaran produsen untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya terhadap makanan olahan, semakin membaik.

Hal itu dibuktikan saat uji sampel makanan takjil beberapa hari lalu, hasilnya semua memenuhi syarat. Memang ada hasil uji yang mengandung bahan berbahaya, tetapi merupakan temuan Januari dan Februari.

Tentu saja semua itu tak lepas dari upaya yang terus menerus dilakukan petugas BPOM, seperti sosialisasi informasi, edukasi dan pengawasan.

Terpenting lagi melakukan pembinaan kepada UMKM agar bisa memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan, baik sesuai peraturan Menteri Perdagangan dan BPOM.

“Kita bersyukur karena perajin home industri di Kalteng cukup memperhatikan dan tidak lagi menggunakan bahan-bahan berbahaya,” ujarnya.

Selama ini alasan para pedagang, memakai bahan-bahan berbahaya ataupun menjual produk berbahan berbahaya karena ditawarkan suplayer dan ketidaktahuan informasi.

Untuk takjil siap saji, karena lebih banyak ketidaktahuan dan permintaan konsumen yang ingin warna mencolok di makanan, hingga akhirnya mereka menggunakan pewarna.

Leonard menjelaskan, apabila makanan yang mengandung bahan berbahaya dikonsumsi terus menerus, akan terjadi kerusakan organ jaringan dalam tubuh, merusak hati, ginjal dan pankreas dan bisa mengakibatkan kanker.

Leonard mengingatkan kepada produsen, agar memproduksi pangan senantiasa menggunakan bahan-bahan yang aman, tidak menggunakan bahan yang dilarang dan terus menerapkan cara pengolahan pangan yang baik.

Selain itu menjaga higinitas karena masalah pada pangan bukan hanya bahan yang berbahaya tapi juga pencemaran mikroba atau kuman penyakit sehingga olahan harus higenis.

Bagi masyarakat selaku konsumen hendaknya dapat terus menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan ceklik kemasan, memastikan kemasan dalam keadaan utuh, baca label dengan sungguh-sungguh dan izin edar serta cek kadaluarsa.

Apabila ingin membeli takjil, beli di tempat yang layak dan bersih, terlebih lagi saat ini dalam pandemi Covid-19.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Cegah Teroris, Gubernur Kalteng Minta Masyarakat Aktifkan Siskamling
apahabar.com

Kalteng

Bantu Masyarakat, BPJS Kesehatan Barut Programkan Relaksasi Tunggakan
kuala kapuas

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Belasan Pasien Sembuh, 1 Positif
Kapuas

Kalteng

Tinjau Food Estate di Kapuas, Mentan Targetkan Januari 2021 Tanam Perdana
apahabar.com

Kalteng

Tenggak Miras, Dua Remaja di Kapuas Diamankan Satpol PP
apahabar.com

Kalteng

Dewan Soroti Tempat Parkir WFC dan RSUD Muara Teweh
Pria di Barito

Kalteng

Embat HP dan Laptop, Pria di Barito Utara Berhasil Diringkus
apahabar.com

Kalteng

Presiden Jokowi dan Plt Gubernur Kalteng Apresiasi Peran TNI Ikuti Tangani Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com