Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Bukan Ulah Siklon Tropis Seroja, Simak Penjelasan BMKG Terkait Hujan di Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 6 April 2021 - 14:13 WIB

Bukan Ulah Siklon Tropis Seroja, Simak Penjelasan BMKG Terkait Hujan di Kalsel

Siklon tropis Seroja pada 5 April 2021. Foto: BMKG via Kompas.com

apahabar.com, BANJARBARU – Curah hujan tinggi di Kalimantan Selatan beberapa hari belakangan ini dipastikan bukan ulah badai siklon tropis Seroja yang menerjang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel memastikan daerah ini aman dari badai siklon tropis Seroja.

“Siklon tropis Seroja tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan terhadap wilayah Kalsel. Potensi hujan Kalsel saat ini dikarenakan adanya shearline [belokan angin] di sekitar wilayah Laut Jawa dan Kalimantan Barat serta didukung adanya proses konvektif yang kuat,” ujar staff forecaster BMKG Kalsel, Rizqi Nur Fitriani kepada apahabar.com, Selasa (6/4/2021) siang.

Sehingga Kalsel aman dari ancaman banjir disertai tanah longsor akibat badai siklon tropis Seroja.

Dijelaskannya pula, untuk wilayah yang terdampak badai siklon tropis seroja, yaitu Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi selatan, dan sebagian Sulawesi Tenggara.

“Itu hasil update per 5 april 2021 jam 06.00 utc atau 14.00 Wita,” jelas Rizqi.

Untuk diketahui, badai siklon tropis Seroja adalah penyebab cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Tanah Air, yang dampaknya mengakibatkan gelombang tinggi di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan ketinggian ekstrem lebih dari 6 meter.

Siklon tropis sendiri adalah badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km.

Badai siklon ini terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 derajat celsius. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Badai siklon tropis Seroja yang berada di selatan NTT, telah memicu terjadinya bencana alam banjir hingga tanah longsor.

Akibat bencana itu, ratusan orang mengungsi dan puluhan orang meninggal dunia, keterangan ini disampaikan dalam konferensi pers Kemensos RI yang digelar secara virtual Senin (5/4/2021) kemarin.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Simak Penjelasan Manajemen Terkait Bunyi Ledakan dari UPPP Barito
PDAM

Kalsel

Seleksi Direktur PDAM Tabalong, Abdul Bahid Masuk Tiga Besar
Belandean

Kalsel

Dimediasi Camat Alalak, Kades Belandean Muara Batola Wajib Ganti Bansos Busuk
apahabar.com

Kalsel

Salat Id di Banjarbaru Belum Pasti, Gubernur: Di Rumah Aja
apahabar.com

Kalsel

Pria Tenggelam di Sungai Tabuk , Keluarga Tolak Visum
apahabar.com

Kalsel

Di Bawah Guyuran Hujan, Ribuan Warga Banjarmasin Mulai Padati Siring
ODP dan OTG dari Batola Mulai Dikarantina di SKB

Kalsel

ODP dan OTG dari Batola Mulai Dikarantina di SKB
apahabar.com

Kalsel

Dukung Kebangkitan Zakat, Wali Kota Banjarmasin Diganjar Penghargaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com