Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum AF Pertanyakan SPDP dari Kejari Tanbu di Praperadilan Besok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mulai Terapkan Tes GeNose Rancangan Van Der Pijl Mulai Bias, Sejarawan Kalsel Ingatkan Lagi Sejarah Kota Banjarbaru Triwulan I, Bank Kalsel Laporkan Laba Rp 121 Miliar Kuasa Hukum AF Tantang Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara

Bulan Ini, Indonesia Akan Dapat Tambahan 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac

- Apahabar.com Minggu, 4 April 2021 - 11:42 WIB

Bulan Ini, Indonesia Akan Dapat Tambahan 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Vaksin Covid-19 Sinovac Biotech. Foto: Epa-Efe/Andre Borges via PikiranRakyat.com

apahabar.com, JAKARTA – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan Indonesia dijadwalkan kembali menerima pasokan vaksin Sinovac sebanyak 10 juta dosis pada April 2021 ini.

“Jumlah tersebut menambah ketersediaan jenis vaksin Sinovac di Tanah Air yang jumlahnya mencapai 28 juta dosis,” katanya melalui pesan singkat, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (4/4).

Siti menjelaskan dari stok 28 juta sebanyak 5 juta di antaranya sudah didistribusikan ke beberapa provinsi dan kabupaten/kota, serta 11 juta dosis vaksin akan didistribusikan pada awal bulan ini.

“Sisanya masih dalam proses untuk vaksin jadi sebanyak 12 juta dosis. Selain itu, di bulan April kita akan menerima lagi dari Sinovac sebanyak 10 juta dosis,” katanya.

Kementerian Kesehatan mengakui kebijakan India mengembargo vaksin memengaruhi pengiriman vaksin AstraZeneca ke Indonesia. “Sehingga pengiriman tertunda menjadi Mei 2021,” katanya.

Meski pengiriman vaksin AstraZeneca mengalami gangguan pada April, namun ia memastikan masih ada waktu mengejar target kekebalan kelompok (herd immunity) melalui vaksinasi terhadap 181,5 juta warga Indonesia.

“Ini akan selesai sampai akhir Desember 2021. Tentunya masih ada waktu untuk kita mempercepat cakupan vaksinasi sesuai jadwal,” katanya.

Siti Nadia menambahkan program vaksinasi Covid-19 akan tetap berlangsung saat bulan puasa Ramadan 1442 Hijriyah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu mengeluarkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat berpuasa.

Salah satu poin Fatwa MUI itu menyebutkan bahwa pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada saat Ramadan untuk mencegah penularan wabah SARS-CoV-2 dengan memerhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.

MUI mengimbau umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan melalui suntik tidak membatalkan puasa. “Maka boleh vaksin ketika masih dalam kondisi puasa,” kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Survei Indo Barometer: Mayoritas Publik Setuju Pindah Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Penghitungan Terbaru KPU di Kalsel, 4 Mei: 01 (35,94%) 02 (64,06%)
apahabar.com

Nasional

Kunjungan Jokowi, Manajemen Duta Mall Siapkan 2 Genset Cadangan
apahabar.com

Nasional

Mengintip Persiapan Program Kiai Ma’ruf Vs Sandiaga di Debat
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Kesiapan Masjid Istiqlal Terapkan New Normal
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmikan Terminal Baru Bandara Radin Inten II Lampung
apahabar.com

Nasional

Bakar Honai Kadistrik Kimak, TNI-Polri Kejar KSB
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Monumen di Bengkulu Tanda Hormat atas Perjuangan Fatmawati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com