Idaman Penuh, Wali Kota Banjarbaru Minta RS Swasta Siap Tangani Covid-19 Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Bawa Sayur, Pengendara Motor di Balikpapan Tewas Tabrak Truk Kontainer Parkir Percepat Perubahan di Tanbu, Zairullah Kembali Rombak Pejabat Struktural Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan

Bunga Sakura di Jepang Mekar Lebih Cepat, Ada Apa?

- Apahabar.com Minggu, 4 April 2021 - 08:00 WIB

Bunga Sakura di Jepang Mekar Lebih Cepat, Ada Apa?

Ilustrasi bunga sakura mekar. Foto: Sindonews.com

apahabar.com, KYOTO – Bunga sakura di kota Kyoto, Jepang, mekar lebih awal dari semestinya.

Bunga sakura yang mekar lebih awal pada Jumat (2/4) tersebut, menimbulkan kekwawatiran perubahan iklim muncul karena bunga tersebut mekar pada tanggal paling awal sejak pencatatan dimulai.

Informasi yang telah dikumpulkan dari tahun 812 M. Dikutip dari Indy100 seperti dilansir Republika.co.id, mekarnya bunga sakura tahun ini melampaui rekor sebelumnya, yaitu 27 Maret 1409.

Bunga sakura ini sering menandakan awal musim semi. Sakura pun dianggap sebagai bunga nasional tidak resmi Jepang.

Peneliti Columbia University Benjamin Cook, mengatakan bahwa mata air yang lebih hangat biasanya menyebabkan bunga sakura berbunga lebih awal.

“Rekor Kyoto Cherry Blossom sangat berharga untuk penelitian perubahan iklim karena panjangnya dan sensitivitas berbunga yang kuat terhadap suhu musim semi,” ujarnya kepada The Washington Post.

Ilmuwan iklim di Pennsylvania State University, Michael Mann, menyatakan bukti seperti waktu mekarnya bunga sakura adalah salah satu pengukuran ‘proxy’ historis yang dilihat para ilmuwan untuk merekonstruksi iklim masa lalu.

“Dalam kasus ini, ‘proxy’ itu memberi tahu kita sesuatu yang telah diceritakan oleh rekonstruksi iklim jangka panjang dan kuantitatif kepada kita bahwa pemanasan yang disebabkan oleh manusia di planet yang kita saksikan hari ini belum pernah terjadi sebelumnya sejak ribuan tahun yang lalu,” katanya.

Sebuah grafik yang menggambarkan hari puncak mekar tahunan untuk bunga sakura di Kyoto menunjukkan perkembangan yang stabil dari tahun 812 M dan seterusnya. Kondisi itu terjadi sebelum membuat kemiringan tiba-tiba tidak lama setelah tahun 1800.

Data tersebut kemudian dibagikan ke Twitter oleh akun Capital Weather Gang. Akun ini mengatakan kalau kondisi itu adalah perubahan iklim.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

WHO

Internasional

WHO: Vaksin Dapat Kendalikan Covid-19 pada 2021
apahabar.com

Internasional

Moderna Berencana Jual Vaksin Covid-19 Seharga Rp 720.000 per Paket
apahabar.com

Internasional

Ilhan Omar, Muslimah Anggota Kongres AS Sasaran Ancaman Bom
apahabar.com

Internasional

Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Bill Gates Punya Jawabannya
apahabar.com

Internasional

KTT APEC Sepakati Visi Putrajaya 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur
apahabar.com

Internasional

Jacob Blake yang Ditembak 7 Kali oleh Polisi di Kenosha AS, Sampaikan Pesan Memilukan dari RS
apahabar.com

Internasional

Abaikan Usul Trump, Pilpres AS Tetap Berlangsung 3 November
apahabar.com

Internasional

50 Mobil Klasik Akan Kumpul dan Berparade di Museum Toyota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com