Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum AF Pertanyakan SPDP dari Kejari Tanbu di Praperadilan Besok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mulai Terapkan Tes GeNose Rancangan Van Der Pijl Mulai Bias, Sejarawan Kalsel Ingatkan Lagi Sejarah Kota Banjarbaru Triwulan I, Bank Kalsel Laporkan Laba Rp 121 Miliar Kuasa Hukum AF Tantang Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara

Buruan! Donor Apheresis untuk Pasien DBD di Banjarmasin

- Apahabar.com Minggu, 4 April 2021 - 15:21 WIB

Buruan! Donor Apheresis untuk Pasien DBD di Banjarmasin

Ilustrasi donor darah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tidak hanya infeksi Covid-19, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga mengancam keselamatan masyarakat Kota Banjarmasin.

Beruntung, Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin mempunyai cara terbaik untuk menyembuhkan pasien DBD.

Yaitu fokus pada meningkatkan trombosit apheresis.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit menyampaikan donor apheresis memang relatif baru di Indonesia.

Namun yang perlu diketahui perbedaan trombosit biasa dan apheresis dalam penyembuhan pasien DBD.

“Kalau trombosit yang biasa itu satu pasien membutuhkan 10 kantong. Jadi kita sarankan memakai trombosit apheresis karena lebih mudah dan cukup 1 pendonor memiliki kualitas darah sama dengan 10 kantong yang biasa,” ucapnya.

Rama mengatakan terdapat beberapa karakteria seseorang yang bisa melakukan donor apheresis.

Pertama dia dilaporkan sudah pernah melakukan donor darah.

PMI sendiri, kata Rama juga memiliki jaringan khusus dalam sebuah grup para pendonor trombosit apheresis. Seluruh anggota grup ini siaga mendonorkan darah selama 24 jam penuh.

“Mereka rutin tiap dua minggu setiap ada permintaan. Takutnya jika tidak ada akan kadaluarsa,” tuturnya.

Rama mengakui ada beragam masalah dalam mengupayakan cara terbaik penyembuhan pasien DBD.

Utamanya karena doktor yang merawat pasien DBD. Para tenaga kesehatan ini selalu meminta trombosit yang biasa, ketimbang apheresis.

“Yang sudah kita carikan. Tapi kendalanya ya terlambat dan pendonor sangat jarang,” ucapnya.

Masih Rama, bahwa mengakui jumlah pendonor sangat kurang di kota berjuluk seribu sungai.

Sedangkan untuk stok darah trombosit ini memiliki daya tahan hanya 4 hari.

“Kalau kita menyetok tapi tidak ada yang keluar. Istilahnya ada kerugian di situ,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Hebat Alalak Selatan, Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
polisi kotabaru

Kalsel

Bikin Bonyok Anak di Bawah Umur, 2 Pemuda Diringkus Polisi Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

KPU Tapin Garansi 469 Petugas PPDP Bebas Covid-19 Saat Coklik
apahabar.com

Kalsel

Dari Satu Rumah, Polres Batola Bekuk Empat Budak Sabu
apahabar.com

Kalsel

Malam Ini, “Renungan Perihal Musik” Karya Dosen ULM Dibedah Secara Daring
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Personel Polresta Banjarmasin Dites Urine, Satu Terindikasi Positif Narkoba
apahabar.com

Kalsel

Undang Undang Profesi Penilai Mendesak
apahabar.com

Kalsel

Evaluasi PSBB Banjarmasin Tahap III, Fokus ke Tiga Kluster
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com