Jelang Imsak, Jago Merah Ngamuk di Ratu Zaleha Banjarmasin Kebakaran di Ratu Zaleha Banjarmasin: 2 Bangunan Hangus, Relawan Dilaporkan Luka Bakar Tangkap Bupati Nganjuk, KPK Sita Tumpukan Duit Rp 50-100 Ribu Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi

Cegah Covid-19, Penumpang Bus Tujuan Kalsel Diperiksa Menggunakan GeNose

- Apahabar.com Rabu, 14 April 2021 - 21:25 WIB

Cegah Covid-19, Penumpang Bus Tujuan Kalsel Diperiksa Menggunakan GeNose

Salah seorang penumpang bus tujuan luar daerah di Terminal Batu Ampar diperiksa menggunakan GeNose. Foto: Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Penumpang bus tujuan luar daerah di Terminal Batu Ampar, Balikpapan, mulai diperiksa menggunakan GeNose, Rabu (14/4).

Pemeriksaan dilakukan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara untuk menekan penyebaran Covid-19.

Ketika pertama kali diterapkan, tampak penumpang tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diperiksa satu per satu menggunakan GeNose.

“Tujuan penggunaan GeNose ini berupaya memutus penyebaran Covid-19 yang berada di simpul-simpul terminal atau fasilitas umum,” papar Avi Mukti Amin, Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltim-Kaltara.

Selain di Terminal Batu Ampar, pemeriksaan menggunakan GeNose juga diterapkan di Pelabuhan Feri Kariangau.

“Pemeriksaan ini merupakan program nasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Makanya peralatan GeNose telah dikirimkan ke seluruh daerah,” jelas Avi Mukti Amin.

“Kami mendapatkan total empat alat yang dikirim bertahap. Dua alat sudah sudah digunakan di Terminal Batu Ampar dan Pelabuhan Feri Kariangau,” tambahnya.

Dalam penerapan di lapangan, pengetesan dilakukan secara acak. Hal tersebut disebabkan tak semua penumpang diperiksa akibat keterbatasan kantong plastik dari alat GeNose tersebut.

“Satu GeNose berkapasitas maksimal 300 kantong, sehingga dalam satu hari diperiksa kurang lebih 10 penumpang,” beber Avi Mukti Amin.

Berdasarkan penjelasan yang diterima, alat pendeteksi Covid-19 bikinan anak bangsa ini sensitif terhadap bau dari mulut.

Sifat inilah yang membuat petugas harus lebih teliti memberikan pertanyaan kepada calon penumpang yang merokok maupun makan makan-makanan berbau.

“Untuk orang yang baru merokok atau makan makanan yang berbau kuat, hasilnya cenderung positif,” tukas Avi Mukti Amin.

“Sebelum dilakukan pengetesan, penumpang harus ditanyai dulu. Kalau baru merokok, mereka diberi air mineral dulu untuk menetralisir,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Ketika Wagub Hadi Mengenang Sosok Ustaz Arifin Ilham
apahabar.com

Kaltim

Aksi Solidaritas Jurnalis di Bontang, Hampar ID Pers di Depan Mapolres

Kaltim

Mobil Tercebur di Sungai Mahakam Berhasil Diangkat, Korban Masih Hilang
Para atlet Kaltim mengikuti tes fisik di Lapangan Sudirman, Balikpapan guna persiapan PON Papua. Foto-Istimewa

Kaltim

Persiapan ke Papua, Kaltim Genjot Fisik Skuat PON
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 1, Postif Covid-19 di Kaltim Jadi 154 Kasus
apahabar.com

Kaltim

Tekad Pemkab Paser Lanjutkan Pembangunan Bandara
apahabar.com

Kaltim

Akademisi Optimis Kaltim Terpilih Sebagai Ibu Kota
Pembacokan

Kaltim

Kenali Pelaku, Jemaah Salat Subuh Korban Pembacokan di Kaltim Ungkap Kronologis Kejadian
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com