Kebakaran Veteran Banjarmasin: 3 Rumah Ludes, Salah Satunya Milik Pol PP Dikira Asap dari Pembakaran Sampah, Ternyata 1 Rumah di Tanah Grogot Ludes Jelang Malam Tak Pulang, Pria Paruh Baya di HSS Ditemukan Jadi Mayat Banjarmasin Nyaris Kecolongan, Penumpang dari Surabaya Tak Punya Surat Bebas Covid-19 Misteri Surat Sakti Penggelembungan 5 Ribu Suara Banjar di Kamar 519

Covid-19 Melonjak di India, Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada

- Apahabar.com Kamis, 29 April 2021 - 09:42 WIB

Covid-19 Melonjak di India, Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Waspada

Presiden Jokowi. Foto: Dok. Sekretariat Negara RI

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah mewaspadai potensi peningkatan kasus penularan Covid-19.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan arahan secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4).

Dalam video yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (29/4) pagi, Presiden Jokowi meminta para kepala daerah mencermati kasus lonjakan penularan Covid-19 yang terjadi di negara seperti India.

“Saya ingat di bulan Januari, saat itu India berhasil menurunkan sampai ke 10 ribu kasus per hari. Tetapi kita tahu hari-hari ini terjadi sebuah lonjakan yang sangat eksponensial di India menjadi 350 ribu kasus aktif per hari. Ini yang menjadi kehati-hatian kita semua,” katanya seperti dilansir Antara.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya para kepala daerah memantau secara seksama perkembangan kasus penularan virus corona di wilayahnya dan segera melakukan upaya pengendalian jika terjadi peningkatan kasus.

Dia meminta para kepala daerah meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idulfitri mengingat tahun lalu masa libur Lebaran disertai dengan peningkatan kasus penularan Covid-19.

“Ingat tahun lalu? Ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat. Idulfitri tahun lalu naik sampai 93 persen, libur Agustus tahun lalu naik sampai 119 persen, libur Oktober naik 95 persen, libur tahun baru kemarin naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu, hati-hati,” katanya.

Kepala Negara meminta para kepala daerah mengintensifkan sosialisasi larangan mudik Lebaran dan kampanye protokol kesehatan guna mencegah peningkatan kasus penularan virus corona.

“Sebelum ada larangan mudik, yang mau mudik itu 89 juta orang, kurang lebih 33 persen dari penduduk kita. Begitu ada larangan mudik, turun menjadi 11 persen, tetapi angkanya masih 29 juta,” katanya.

“Begitu kita sosialisasi, kita sampaikan, gubernur, bupati, wali kota juga menyampaikan mengenai larangan mudik, turun menjadi tujuh persen, tapi angkanya juga masih besar 18,9 juta orang yang masih akan mudik,” lanjut Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi massal harus terus dijalankan di daerah. Pemerintah pusat berusaha menyediakan pasokan vaksin supaya daerah bisa mempercepat penuntasan vaksinasi.

“Vaksinasi di daerah jangan sampai ada yang berhenti. Tugas pemerintah pusat adalah bagaimana menyiapkan vaksinnya. Tapi kalau ada vaksin jangan sampai ada yang distok, stok itu cukup lima persen. Segera disuntikkan ke masyarakat dan target prioritas,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Kaji Unsur Pidana Kasus e-KTP Tercecer di Duren Sawit
apahabar.com

Nasional

Berkeliaran di Pemukiman, Kini Macan Tutul Lereng Lawu
apahabar.com

Nasional

Jenazah Tiba di Indonesia, SBY Menangis Haru
apahabar.com

Nasional

RUU Pesantren Disahkan September, Ini Catatannya
apahabar.com

Nasional

Kapal China Bertahan, TNI Tambah Kapal Perang di Natuna
apahabar.com

Nasional

Jadi Ketua DPD, Berapa Kekayaan La Nyalla Mattalitti?
apahabar.com

Nasional

TNI Butuh Rp118 Triliun dalam Pemindahan Ibu Kota

Nasional

Polisi Sebut Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan di Jenazah Laskar, FPI Tunggu Komnas HAM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com