Fix, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tapin Resmikan Bendungan Tapin, Jokowi Bertolak ke Kalsel 5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan Pembunuhan di Balikpapan, “Hukum Mati Praka MAM” Menggema di Rumah Duka Antisipasi Teror Bom, PLN Kalselteng Gandeng Polda Gelar Simulasi

Denny Indrayana Endus Dugaan Politik Uang PSU Pilgub Kalsel

- Apahabar.com Minggu, 4 April 2021 - 14:38 WIB

Denny Indrayana Endus Dugaan Politik Uang PSU Pilgub Kalsel

Denny Indrayana dan Sahbirin Noor. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Menuju Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Kalsel, tensi politik di daerah ini mulai memanas.

Sebelumnya kegiatan Subuh Keliling Denny Indrayana di Masjid Nurul Iman, Jalan Prona I, Pemurus Baru disorot lantaran ada baku hantam.

Kini Denny Indrayana kembali mengabarkan dugaan kecurangan di tahapan PSU Pilgub Kalsel.

“Saya mendapat informasi jika adanya janji kepada para kepala desa (pambakal) akan diberikan gaji Rp5 juta per bulan untuk menghimpun suara agar memenangkan paslon lain,” ujar Denny dalam video berdurasi 6,15 menit itu, Minggu (4/4).

Denny bilang, begitu juga kepada para ketua RT akan diberikan gaji Rp2,5 juta per bulan, jika dapat menghimpun suara untuk paslon lain. “Ini adalah bentuk jual beli suara,” timpal profesor.

“Selain itu, juga sudah direncanakan akan ada pembagian uang kepada pemilih secara bertahap. Pertama Rp100 ribu pada saat rumah pian ditempeli stiker. Kedua, Rp150 ribu dan terakhir Rp250 ribu. Jadi total Rp500 disediakan untuk membeli suara pemilih,” ucapnya.

Terus kata Denny, Bawaslu bagaimana? Harusnya mereka turun tangan langsung.

Di wilayah Kota Banjarmasin, ujarnya, dalam PSU Pilwali, salah satu paslon diberi rekomendasi teguran oleh Bawaslu kota, karena melanggar aturan kampanye.

“Yang dilakukan paslon itu membagi nasi kotak yang di dalamnya ada gambar pasangan calon. Itu dianggap pelanggaran,” bebernya lagi.

Nah bagaimana dengan paslon yang menulis namanya dibakul, lanjut Denny, kemudian dibagikan di wilayah-wilayah PSU. Apa bedanya?

“Ayo Bawaslu Kalsel, seperti apalagi kami harus mengimbau, menyampaikan? Tindak tegas, tindak tegas dan tindak tegas. Buktikan badan pengawas pemilu itu mempunyai marwah dan wibawa,” katanya.

Pihaknya melakukan salat subuh keliling juga sempat dituding melakukan kampanye. Padahal katanya, di situ tak ada unsur-unsur kampanye.

“Tak ada penyampaian visi misi,” imbuh dia.

“Sedangkan paslon lain ini ada pembagian materi, bakul yang bertuliskan nama pasangan calon, dibiarkan saja,” tegasnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kaspiah belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi apahabar.com hingga berita ini diturunkan.

Kendati begitu, tim media ini masih tetap berupaya mengonfirmasi pihak Bawaslu Kalsel.

Diketahui, Pilgub Kalsel dinyatakan akan melakukan PSU di sejumlah kecamatan di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek Kurau Ajak Warga Berpartisipasi dalam Pencegahan Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Nasib Warga Terdampak Gedung Farmasi di Banjar Digantung Lagi

Kalsel

Jelang Penetapan Rektor, Elite Uniska Pecah
Positif Covid-19 di Tanbu Jadi 2 Orang

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu Jadi 2 Orang  
apahabar.com

Kalsel

Wamen LHK Batal Kunjungi Meratus
apahabar.com

Kalsel

Status Tersangka, Korwil BEM Se-Kalsel: Jadikan Motivasi
apahabar.com

Kalsel

Ojek Gratis Berpartisipasi di Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Aksi Damai Bela Ulama di DPRD Kalsel, Kemana Wakil Rakyat?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com