Fix, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tapin Resmikan Bendungan Tapin, Jokowi Bertolak ke Kalsel 5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan Pembunuhan di Balikpapan, “Hukum Mati Praka MAM” Menggema di Rumah Duka Antisipasi Teror Bom, PLN Kalselteng Gandeng Polda Gelar Simulasi

Di Depan Deddy Corbuzier, Ustaz Sofyan Tsauri Sebut Polisi-Tentara Ada Terpapar Radikalisme

- Apahabar.com Selasa, 6 April 2021 - 18:06 WIB

Di Depan Deddy Corbuzier, Ustaz Sofyan Tsauri Sebut Polisi-Tentara Ada Terpapar Radikalisme

Ustaz Sofyan Tsauri di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Foto-YouTube

apahabar.com, BANJARMASIN – Ustaz Sofyan Tsauri menegaskan seluruh lapisan masyarakat bisa terpapar radikalisme dan intoleran. Baik polisi, tentara, pegawai negeri sipil (PNS) maupun mahasiswa.

“Ideologi ini sangat masif dan bisa menyasar siapa saja serta tak memandang status sosial maupun usia,” ucap Ustaz Sofyan Tsauri yang juga mantan anggota Polri sekaligus eks teroris dikutip apahabar.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (6/4) sore.

Berdasarkan hasil temuan, kata Ustaz Sofyan Tsauri, sebanyak 3 persen TNI mulai terpapar paham radikal dan intoleran.

“Di kepolisian, BIN menemukan 2 persen. Kemudian 1 dari 10 ASN sudah terpapar. Mahasiswa lebih banyak lagi,” kata Ustaz Sofyan Tsauri.

Dalam artian, sambung dia, pemikiran ini memang mengancam. Meskipun hanya masih radikal dan intoleran. Namun  harus dipahami, kondisi itu bisa menjadi tangga terorisme.

“Semua pelaku itu bermula dari radikal dan intoleran . Penting bagi kita untuk menumbuhkan toleran tersebut,” bebernya.

Dia menilai orang sosial sangat mudah menangkal paham radikal dan intoleran. Lantaran melihat masalah secara menyeluruh.

Lantas mengapa polisi bisa terpapar paham radikal dan intoleran?

Ustaz Sofyan Tsauri mengungkapkan, polisi acap kali berpegang pada aspek yuridis atau di atas hitam putih.

“Kalau menipu ya dikenakan Pasal 378 KUHPidana. Kalau membunuh ya Pasal 338 KUHPidana. Dia tak melihat status sosial dan sebagainya.”

“Meskipun yang mencolong adalah seorang nenek kelaparan. Hukum tak bisa dilihat dari yuridis saja, tapi juga sosial. Ini yang membuat polisi dan TNI rentan terpapar,” ungkapnya.

Dia pun menyebutkan sejumlah anggota polisi dan TNI yang pernah terlibat dalam aksi terorisme dalam beberapa tahun ke belakang.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Mardani H. Maming: Pengusaha Muda Harus Jadi Pemain Utama di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Banyak Masyarakat Indonesia Tak Daftar BPJS Kesehatan, Alasannya Agama
Update Corona, Bintang Film hingga Pemain Juventus Terinfeksi

Nasional

Update Corona, Bintang Film hingga Pemain Juventus Terinfeksi
apahabar.com

Nasional

Simak Poin-poin Kontroversial di Draf Omnibus Law Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Perluas Pasar ke Eropa Timur, Menlu RI Kunjungi Bulgaria
apahabar.com

Nasional

Gugus Tugas Pertimbangkan Buka Tempat Ibadah untuk Salat Id
apahabar.com

Nasional

25 Terduga Teroris yang Diamankan di Palangkaraya dan Gumas Jaringan Uzla
apahabar.com

Nasional

Polisi Ungkap Penimbunan Masker dan Antiseptik di Makassar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com