Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis! Sidang Kedua, Eks Dirut Baramarta Kukuh Hasil Korupsi Dinikmati Berjemaah

Dicerai Adaro, PAMA Kirim Surat ke Disnaker Tabalong untuk PHK Puluhan Karyawan

- Apahabar.com Selasa, 27 April 2021 - 14:28 WIB

Dicerai Adaro, PAMA Kirim Surat ke Disnaker Tabalong untuk PHK Puluhan Karyawan

Ilustrasi kegiatan tambang. Foto-Istimewa

apahabar.com,TANJUNG – Kontrak kerja sama PT Adaro Indonesia dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) berakhir akhir Juli tahun ini.

Imbas dari berakhirnya kontrak bisnis PAMA dengan Adaro Indonesia per tanggal 31 Juli 2021 itu membuat PAMA akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) puluhan karyawannya.

Pemberitahuan akan melakukan PHK terhadap karyawannya itu disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong.

Kepala Disnaker Kabupaten Tabalong, Syaiful Ikhwan dikonfirmasi terkait surat pemberitahuan PHK dari PT PAMA site ADRO terhadap puluhan karyawannya membenarkannya.

“Surat pemberitahuan PHK itu baru kami terima hari ini,” jelas Syaiful, Selasa (27/4).

Diungkapkan Syaiful, surat itu menjelaskan berakhirnya kontrak bisnis PT Pamapersada Nusantara dengan PT Adaro Indonesia per tanggal 31 Juli 2021.

Selain itu, kondisi sebagian besar Jobsite PAMA sampai saat ini mengalami penurunan volume produksi.

“Berdasarkan kondisi itu, maka Manajemen PT Pamapersada Nusantara memutuskan untuk menyesuaikan dan mengoptimalisasi sumber daya yang ada, termasuk mengantisipasi kelebihan jumlah karyawan PAMA secara keseluruhan,” kata Syaiful.

Terkait hal itu, Syaiful bilang, PAMA site ADRO akan mengambil sejumlah langka.

Pertama, program PHK rasionalisasi karena tutup proyek sesuai ketentuan Pasal 102 PKB PT Pamapersada Nusantara Periode 2020 – 2022, bagi seluruh Karyawan Status Penerimaan Point of Hire (PoH) ADRO dengan kode NRP 1F.

Kedua, program Pemutusan Hubungan Kerja Rasionalisasi karena Tutup Proyek sesuai ketentuan Pasal 102 PKB PT Pamapersada Nusantara Periode 2020 – 2022, bagi seluruh Karyawan Status Penerimaan Point of Hire (PoH) Setempat yang Projectnya Sudah Tutup dengan kode NRP 1B (Kandi), 1D (KCMB), 1Q (Bukit Piatu), 1) (FBS), 1L (IMK), 1M (MHU) yang saat ini datanya berada di PAMA Site ADRO.

Proses pelaksanaan Point 1 dan Point 2 yaitu, proses Penandatanganan Dokumen Persetujuan Bersama (PB) PHK dilaksanakan dalam kurun waktu Kamis, 1 Juli 2021 sampai dengan Sabtu, 31 Juli 2021.

“PHK sendiri efektif berlaku per 1 Agustus 2021,” terang Syaiful.

Ditambahkan Syaiful, berdasarkan pemberitahuan yang masuk kepadanya, jumlah karyawan yang akan di PHK sebanyak 37 orang.

Dalam surat yang ditandatangani Human Capital Dept Head, Andreas Boni Tresnanto itu, perusahaan menjamin seluruh proses pelaksanaan PHK Rasionalisasi karena Tutup Proyek sesuai dengan seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

” Mereka memastikan seluruh karyawan mendapatkan hak dan kewajibannya,” pungkasnya Syaiful Ikhwan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dari Banjarmasin untuk Korban Banjir Papua, Terkumpul Rp.15.019.600
apahabar.com

Kalsel

Zona Hijau Covid-19 Ada Beberapa Aspek, Bagaimana dengan Kalsel?
Keamanan

Kalsel

Garansi Keamanan Warga Beribadah, Petugas Gabungan Jaga Gereja di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Asah Kemampuan Berperang, Prajurit AL Kotabaru Dilatih Menembak
apahabar.com

Kalsel

Harapan PT BSU Saat Buka Bersama Karyawan

Kalsel

Jelang Ramadan, Simak Hasil Pantauan Bahan Pokok Terbaru di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Rawan Banjir, Dua Sungai Besar Jadi Perhatian BPBD Banjar

Kalsel

Puluhan Kucing Diduga Dibantai di Banjarmasin, Macan Kalsel Bereaksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com