Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya

Dilaporkan Dugaan Pengelolaan Iuran Plasma Tak Jelas, Ketua Koperasi Sipatuo Buka Suara

- Apahabar.com Selasa, 27 April 2021 - 17:53 WIB

Dilaporkan Dugaan Pengelolaan Iuran Plasma Tak Jelas, Ketua Koperasi Sipatuo Buka Suara

Perwakilan petani plasma saat melaporkan Koperasi Sipatuo Sejahtera ke Mapolres Kotabaru. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Ketua Koperasi Sipatuo Sejahtera, Supian Gamo, akhirnya buka suara setelah dilaporkan anggotanya sendiri atas dugaan tidak jelasnya iuran wajib atas pengelolaan lahan plasma.

Menyikapi laporan warga itu, Supian Gamo, menegaskan bahwa sebelumnya anggota justru tidak pernah konfirmasi ke pengurus ihwal kejelasan pengelolaan simpanan wajib, atau potongan iuran tersebut.

“Anggota tidak pernah konfirmasi ke pengurus sebelumnya. Sehingga, tidak mendapatkan informasi tentang kejelasan pengelolaan. Tidak hanya simpanan wajib, tapi semua permasalahan yang kurang di pahami pasti, dan jelas oleh anggota menyangkut KPSS,” ujar Supian, singkat, dikontak apahabar.com, Selasa (27/4) sore.

Diwartakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polres Kotabaru resmi menerima laporan pertani plasma atas dugaan tidak jelasnya pertanggungjawaban iuran wajib oleh Koperasi Sipatuo Sejahtera, pada Senin (26/4) tadi.

Menyikapi itu, Kasat Reskrim Polres Kotabaru, AKP Abdul Jalil, memastikan segera menindaklanjuti, dan melakukan penyelidikan terkait laporan petani plasma, atau anggota Koperasi Sipatuo Sejahtera.

“Laporan itu sudah kami terima. Selanjutnya, kami akan turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan,” ujar Jalil, kepada apahabar.com, Selasa (27/4).

Sebelumnya, perwakilan petani plasma melaporkan dugaan tidak jelasnya pertanggung jawaban iuran wajib plasma oleh Koperasi Sipatuo Sejahtera.

Penyebab pelaporan itu adalah keinginan warga mengetahui kejelasan tanggung jawab pengelolaan iuran wajib oleh koperasi bersangkutan.

“Kami melaporkan pihak koperasi. Sebab, pertanggungjawaban potongan iuran wajib plasma kami tidak ada kejelasan selama bertahun-tahun,” ujar Muhammad Yandi, salah seorang anggota koperasi, Senin (26/).

Potongan iuran wajib dikenakan Koperasi Sipatuo Sejahtera kepada para anggota adalah senilai, Rp5 ribu perbulan. Iuran wajib tersebut dipotong atas pengelolaan lahan plasma milik masyarakat.

Sementara, pemilik plasma sendiri berjumlah ribuan. Itu berada di empat kecamatan. Mulai dari Kecamatan Pulau Laut Barat, Pulau Laut Tanjung Selayar, Pulau Laut Kepulauan, serta Pulau Laut Selatan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Aksi Anti-Omnibus Law di Banjarmasin, Pedagang Kaki Lima Panen Rezeki
apahabar.com

Kalsel

Lewat Perusda, Distribusi Elpiji Tingkat Agen Lebih Tepat Sasaran
apahabar.com

Kalsel

Khitanan Massal Polda Kalsel Memasuki Hari ke-7
Evakuasi

Kalsel

Detik-Detik Evakuasi Jasad Bocah Terseret Arus Sungai di Amuntai, Suara Tangis Pecah
apahabar.com

Kalsel

Masuk Akpol Butuh Rp 1,3 M, Polisi Kalsel Bekuk Dua Penipu
Nakes

Kalsel

Nakes Tak Mau Divaksin, Dinkes Banjarmasin Siapkan Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Pengamat: Pencoretan Ulin Mengesampingkan Aspek Ekologi dan Silvikultur
apahabar.com

Kalsel

Serangan Lebah di SD Kelayan Barat, BPBD Gencarkan Pemberantasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com