Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Dua Eks Pejabat RSUD Boejasin Minta Bebas, “Kami Bekerja Seperti Robot”

- Apahabar.com Rabu, 14 April 2021 - 16:58 WIB

Dua Eks Pejabat RSUD Boejasin Minta Bebas, “Kami Bekerja Seperti Robot”

Dua eks pejabat RSUD Boejasin menjadi pesakitan karena diduga telah bekerja sama melakukan korupsi duit pengembangan rumah sakit senilai miliaran rupiah. Foto: apahabar.com/Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Eks Kasubag Keuangan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Faridah, meminta agar dibebaskan dari dakwaan.

“Ibu Faridah meminta terbebas dari jeratan hukum,” ujar penasihat hukumnya, Muhammad, usai sidang eksepsi di Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Rabu (14/4).

Faridah adalah Kasubag Keuangan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari periode 2015-2018. Dia terseret dalam kasus dugaan korupsi duit pengembangan rumah sakit tersebut.

Selain Faridah, eks Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Edy Wahyudi dan Kasubag Keuangan periode 2012-2015, Asdah Setiani, juga ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus ini.

Mereka menjadi terdakwa dan ditahan di Rutan Pelaihari karena diduga telah bekerja sama melakukan korupsi duit pengembangan rumah sakit senilai Rp2.166.039.000.

Kerugian negara ditemukan dari hasil audit BPK RI perwakilan Kalsel pada 20 Mei 2019 dan laporan audit Inspektorat Tanah Laut pada 17 Februari 2021.

Muhammad bilang bahwa penetapan sebagai terdakwa kepada kliennya berlebihan. Sebab Faridah hanyalah bawahan yang bekerja atas perintah atasannya.

“Dia bekerja seperti robot tak bisa mengeluarkan uang tanpa adanya perintah pimpinan. Kalau tidak mau artinya melakukan pembangkangan kepada atasnya, tidak loyal,” ketusnya.

Muhammad bilang kliennya dalam kasus ini hanya korban. Pasalnya duit yang dikeluarkan selain atas perintah atasan dalam hal ini Edy Wahyudi, juga atas dasar proposal yang masuk.

“Menurut saya klien saya sebagai terdakwa hari ini terlalu berlebihan. Sehingga kami meminta kepada majelis hakim agar dibebaskan,” imbuhnya.

Senada dengan Muhammad, Suciati penasihat hukum Asdah Setiani meminta agar kliennya dibebaskan dari seluruh dakwaan.

Dalam pembacaan eksepsi yang disampaikan di depan majelis hakim yang diketuai Jamser Simanjuntak, dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) abu-abu.

“Jaksa belum jelas menyatakan apakah klien saya pelaku atau turut pelaku peserta,” katanya.

Ada alasan mendasar mengapa hal itu Suciati pertanyakan. Sebab Suciati meyakini kliennya sudah tak menjabat lagi sebagai kasubag keuangan ketika kasus dugaan korupsi itu terjadi.

“Atas dasar itu kami tidak sependapat dengan JPU. Eksepsi kami meminta agar terdakwa Asdah dibebaskan,” pungkasnya.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya bahwa untuk Edy Wahyudi masih belum menyampaikan eksepsi lantaran pengacaranya mengundurkan diri.

Sehingga majelis hakim menyatakan untuk penyampaian eksepsi Edy ditunda Rabu pekan depan.

Tiga terdakwa ini sebelumnya resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Tanah laut atas kasus dugaan korupsi pengembangan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kamis (18/3) malam.

Penahanan tersebut, setelah kasus tersebut dilimpahkan oleh tim jaksa penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Kalsel kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tanah Laut.

Mereka bertiga dikenakan pasal 2 dan 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, untuk dakwaan primair dan subsidair.

Serta lebih subsidair melanggar pasal 8 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pj Sekdakot Banjarmasin

Banjarmasin

Sederet Prestasi Ibnu Sina – Hermansyah Selama 5 Tahun Pimpin Banjarmasin
Pohon Pisang

Banjarmasin

Protes Jalan Rusak, Warga Cemara Ujung Banjarmasin Tanam Pohon Pisang
pompanisasi

Banjarmasin

Kondisi Terkini Banjir di Banjarmasin Timur; Gencar Pompanisasi, Efektif?
Pertamina

Banjarmasin

Harga Pertalite Setara Premium di Sulawesi, Kalsel Kapan?
Imlek

Banjarmasin

Perayaan Imlek Tanpa Keramaian, Ini Harapan Pengurus Kelenteng Tertua di Banjarmasin
Alalak

Banjarmasin

Diduga Sengaja Dibakar, 3 Rumah di Alalak Tengah Banjarmasin Jadi Arang
pengelola feri

Banjarmasin

Polemik Pengelola Feri Alalak dan Wabup Batola, Supir Jadi Korban
Banjarmasin

Banjarmasin

Gejolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pimpinan DPRD Banjarmasin Angkat Bicara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com