Cegah Covid-19, Dishub Kapuas Kembali Perketat Jalur Perairan Hari ke-11 Ramadan, Yayasan Haji Maming Berbagi untuk Warga Es Terang Banjarmasin GeNose C-19 Sangat Sensitif, Hindari Hal Ini Sebelum Lakukan Tes! Mei 2021, Tes GeNose C-19 Resmi Diberlakukan di Banjarmasin Hasil Tes Covid-19 Rawan Dipalsukan, Begini Tindakan Tegas KKP Banjarmasin

Facebook Dilaporkan Hapus Video Wawancara Donald Trump

- Apahabar.com Kamis, 1 April 2021 - 09:00 WIB

Facebook Dilaporkan Hapus Video Wawancara Donald Trump

Republican U.S. Presidential nominee Donald Trump attends a campaign event at the Greater Columbus Convention Center in Columbus, Ohio August 1, 2016. REUTERS/Eric Thayer

apahabar.com, JAKARTA – Facebook dilaporkan telah menghapus video yang menampilkan wawancara dengan mantan Presiden Donald Trump karena melanggar aturan larangan saat ini, menurut menantu Trump, Lara Trump.

Lara Trump, istri Eric Trump, mengunggah email di Instagram yang dikatakan berasal dari Facebook.

Melansir Antara, Kamis (1/4) pesan itu mengatakan Facebook menghapus konten dari halaman Facebook Lara Trump yang menampilkan pidato mantan Presiden Trump.

“Sejalan dengan pemblokiran yang kami tempatkan di akun Facebook dan Instagram Donald Trump, konten lebih lanjut yang diunggah dengan suara Donald Trump akan dihapus dan mengakibatkan pembatasan tambahan di akun,” seperti tertulis dalam email tersebut.

Facebook tidak segera menanggapi permintaan Insider untuk berkomentar, tetapi perusahaan mengonfirmasi kepada CNBC dan The Verge bahwa mereka menghapus video tersebut.

Ketika pendukung Trump menyerbu gedung federal pada 6 Januari lalu karena didorong oleh klaim pemilu curang yang tidak berdasar, mantan presiden itu mengunggah video ke akun sosialnya yang mengulangi komentar yang tidak berdasar tersebut.

Saat dia menyuruh mereka untuk “pulang,” Trump tidak mengutuk tindakan mereka dan malah menambahkan, “kami mencintaimu; kamu sangat istimewa.”

Video tersebut mendorong perusahaan untuk bertindak, Facebook menghapus video tersebut dan kemudian melarang Trump pada 7 Januari.

CEO Mark Zuckerberg kala itu mengatakan larangan tersebut diberlakukan karena risiko mengizinkan Trump untuk terus menggunakan layanan selama periode ini terlalu besar.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Corona dari Inggris Bermutasi Lagi, Mirip Varian Afsel

Internasional

Kemlu RI Pulangkan Jamaah Tabligh Indonesia dari India
apahabar.com

Internasional

Update Hasil Pilpres AS, Biden Tinggal 6 Suara, Trump Ajukan Gugatan Setop Penghitungan di Michigan
apahabar.com

Internasional

Sampah Elektronik Global Terus Naik dalam 5 Tahun

Internasional

Surat Kabar Tuai Ancaman Usai Terbitkan Kartun Nabi
apahabar.com

Internasional

Peneliti China Ungkap Respons Imun OTG Lebih Lemah
Pangeran Philip Meninggal Dunia

Internasional

Pembatasan Pandemi Covid-19, Pemakaman Pangeran Philip Tak Ada Upacara Kenegaraan
apahabar.com

Internasional

Akan Bertemu Lagi, Ini Kata Trump Tentang Kim Jong Un
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com