Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Genap 22 Tahun, Banjarbaru Lahir dari Konsep Moerdjani Plan dengan Polesan Tangan Van Der Pijl

- Apahabar.com Selasa, 20 April 2021 - 16:30 WIB

Genap 22 Tahun, Banjarbaru Lahir dari Konsep Moerdjani Plan dengan Polesan Tangan Van Der Pijl

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Hari ini genap berusia 22 tahun, Kota Banjarbaru terlahir dari konsep Moerdjani Plan di 1950.

Hal itu diterangkan Sejarawan Kalsel, Mansyur, kepada apahabar.com, terkait dinamika sejarah Kota Banjarbaru.

Menurutnya, Konsep Moerdjani Plan dibuat dengan mendudukkan Dirk Andries Willem Van Der Pijl sebagai aktor utama perancang kota.

“Berawal dari Gunung Apam, daerah peristirahatan buruh-buruh penambang intan dari Cempaka. Berdirilah kota “baru” yang dipoles tangan dingin arsitek kelahiran Brakel,” ujarnya kepada apahabar.com Selasa (20/4/2021).

Yang terinspirasi Konsep Garden City ala Ebenezer Howard. Muncullah embrio Kota Banjarbaru di puncak perbukitan lintasan Banjarmasin-Martapura.

“Saat itu, dr. Moerdjani menjabat sebagai Gubernur Kalimantan dari tahun 1950 sampai 1953. Disamping upaya mengatasi gangguan keamanan (pemberontakan Ibnu Hadjar), peranan dr. Moerdjani yang patut diingat dalam pembangunan di Kalimantan Selatan antara lain idenya menjadikan Banjarbaru Ibu Kota Provinsi Kalimantan. Moerdjani merilis program yang dikenal Moerdjani Plan. Moerdrjani menyiapkan sebuah kota yang kemudian diberi nama Banjarbaru,” jelasnya.

Singkat cerita, lanjutnya kala itu Van Der Pijl yang merupakan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan pada era awal kemerdekaan Indonesia. Diminta oleh Gubernur Kalimantan yakni Moerdjani, Van Der Pijl ditugaskan merancang kota baru pengganti Banjarmasin sebagai Ibu Kota Kalimantan.

“Rencana pemindahan Ibu Kota ini berawal dari insiden sewaktu Moerdjani yang memimpin apel pagi, sangat resah dan gamang melihat keadaan tanah Banjarmasin yang sering terendam air. Terlebih saat musim hujan datang. Moerdjani pun berpikir untuk segera memindah Ibu Kota kala itu. Karena kondisi tanah di Banjarmasin sudah terlalu rawan akan bahaya banjir,” ceritanya.

Lalu, kondisi Banjarmasin yang sering banjir kala itu sudah tak dapat ditoleran. Maka dengan tegas Moerdjani memerintahkan Kepala Pekerjaan Umum Kalimantan, Van der Pijl, mencari wilayah dataran tinggi. Van der Pijl berangkat menuju sebelah timur dari Kota Banjarmasin yang berjarak sekitar 35 Km.

Dari seluruh wilayah Kalimantan yang dijelajahi Van der Peijl, pilihannya jatuh ke tanah di sekitar kaki Gunung Apam, dekat Martapura.

Diterangkan Mansyur, dijelaskan dalam buku Naimatul Aufa & Pakhri Anhar (2012), Kota Banjarbaru dulunya dikenal dengan nama Gunung Apam. Gunung Apam termasuk wilayah anak Kampung Guntung Payung, Kampung Jawa, Kecamatan Martapura.

Gunung Apam adalah puncak perbukitan yang berada dilintasan Banjarmasin-Martapura. Gunung Apam menjadi daerah peristirahatan buruh-buruh penambang intan, yang menambang di pertambangan intan daerah Cempaka, Martapura, Provinsi Kalimantan.

Pembangunan dimulai dengan membangun gedung perkantoran, jalan-jalan, serta perumahan. Banjarbaru pun di bagi menjadi empat wilayah, Banjabraru I, Banjarbaru II, Banjarbaru III, dan Banjarbaru IV. Pada bagian depan kantor pemerintahan disediakan lapangan luas, Lapangan Moerdjani, yang berfungsi sebagai alun alun kota. Permukiman juga dikelompokkan dan masih bertahan hingga kini.

Terkait dari mana inspirasi Van Der Pijl? masih menurut Naimatul Aufa & Pakhri Anhar (2012), rancangan Kota Banjarbaru yang dibuat Van der Pijl memiliki kesamaan konsep dengan garden city concept yang dicetuskan oleh Ebenezer Howard.

“Kesamaan pola ini diketahui dengan adanya usaha menciptakan Kota Banjarbaru di luar kota. Pada lingkungan yang masih asli dengan suasana sepi dan lingkungan yang alami, serta adanya elemen-elemen kota yang merujuk pada garden city concept,” lanjutnya.

Antara lain terdapat satu pusat kota sebagai area pemerintahan, terdapat ruang-ruang terbuka hijau (taman-taman). Kemudian, dan terdapat daerah yang diperuntukkan sebagai kawasan perumahan yang lokasinya berdampingan kawasan perkantoran, kawasan perindustrian, dan kawasan perniagaan.

Kemudian, Van Der Pijl menjabat sebagai Kepala Pekerjaan Umum Sipil Kering. Dan di sanalah, Van der Pijl membangun Kota Banjarbaru maupun Palangka Raya dari kantor pemerintahan.

Bangunan-bangunan dari rancangannya pun mempunyai ciri khas tersendiri seperti bebatuan kecil bercampur granit yang dipadu sedemikian rupa sering didapati pada kisi dinding bangunan.

Meskipun demikian, ia tetap mengawasi pembangunan demi pembangunan terkhusus di Kota Banjarbaru. Dari Komplek pemukiman warga di wilayah PLN, sampai pembangunan gedung-gedung perkuliah Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru.

Hingga van der Pijl akhirnya pensiun pada tahun 1961 lalu meninggal 27 September 1974 dan dimakamkan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Untuk mengenang jasanya sebagai perancang Kota Banjarbaru namanya diabadikan menjadi nama taman yakni Taman Van Der Pijl, yang merupakan satu diantara ikon kota Banjarbaru.

“Banyak hal yang menjadi memori. Wajah Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan saat ini tak bisa lepas dari tangan dan ide-ide kreatif Van Der Pijl. Seorang arsitektur asal Brekel, Belanda yang mengabdikan hidupnya membangun kota-kota di Kalimantan. Pria inilah paling berjasa menata kota hingga bisa dihuni warga Kalimantan saat ini,” ungkap Dosen Program Studi Pend. Sejarah FKIP ULM.

Hari ini, Kota polesan tangan Van Der Pijl itu genap 22 tahun. Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin berujar dalam waktu dekat akan memperhatikan kembali area pemakaman Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru itu.

“Kami juga dalam waktu dekat akan memberikan perhatian pada makam tokoh kita yaitu Van Der Pijl yang merupakan Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru,” ujarnya.

Keinginan Aditya itu sudah timbul sejak dilantik pada (26/4/2021) lalu.

Bahkan ia juga menyempatkan diri berziarah ke makam Van Der Pijl sehari pasca dilantik yakni (27/2/2021).

“Kami berdoa dan menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan, kami berkomitmen untuk lebih memperhatikan keberadaan makam tersebut,” ujar Aditya beberapa waktu lalu.

Terlebih, Van Der Pijl katanya merupakan tokoh besar yang sangat berjasa dalam merancang Kota Banjarbaru di awal pembangunan.

“Beliau adalah tokoh besar yang sangat berjasa terhadap Banjarbaru. Melalui dinas terkait, kami meminta dibuatkan penanda nantinya,” lanjut Wali Kota berusia 37 tahun itu.

Disebutnya semacam papan nama besar sebagai penanda bahwa di kawasan itu dimakamkan Bapak Pembangunan Banjarbaru, Van Der Pijl.

“Saya yakin, banyak yang belum tahu bahwa makam Pak Van Der Pijl ada di Km 29 ini,” ujar Aditya.

“Nanti kita tuliskan biografi pendek beliau di sana. Tentu, ini juga akan kami komunikasikan dengan pihak keluarga dan pengelola makam,” tutupnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

May Day; Buruh Desak Gubernur Naikkan Upah 4 Persen dari UMK
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan Pasar Bauntung Baru Hampir Rampung, Pjs Wali Kota Banjarbaru Titip Pesan
apahabar.com

Kalsel

Lelang Jabatan Pimpinan Pratama di Tabalong Diikuti 28 Peserta
apahabar.com

Kalsel

Usai Bilang Siap 86! Pria Misterius Keluarkan Parang Serang Pemuda di Barabai Darat
apahabar.com

Kalsel

HSU Terendam, Kapolres Bajukung Dadakan Salurkan Bantuan
apahabar.com

Kalsel

UPT Pasar Baru Permai Ludes Terbakar Diduga Gara-Gara Server
apahabar.com

Kalsel

Tenggelam di Sungai Barito, ABK Trans Power Lenyap
apahabar.com

Kalsel

Nuansa Baru Lembaga Pembinaan Khusus Anak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com