Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Hai Trader! Pemerintah Bakal Kenakan Pajak Mata Uang Kripto

- Apahabar.com Sabtu, 24 April 2021 - 15:20 WIB

Hai Trader! Pemerintah Bakal Kenakan Pajak Mata Uang Kripto

Bitcoin. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Perdagangan mata uang digital atau kripto mulai menggeliat beberapa tahun terakhir.

Pemerintah mengendus transaksi itu berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Kepala Badan Pengawan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama mengatakan pengenaan pajak atas kripto akan pararel dengan rencana pembentukan bursa yang menaungi para pedagang bitcoin dan kawan-kawannya.

Saat ini ada 13 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti.

Sebagai gambarannya, pungutan pajak transaksi atas kripto nantinya akan otomatis ditarik dari investor oleh para platform pedagang kripto.

“Pungutan pajak ini masih dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Bisa dalam bentuk pajak penghasilan (PPh) Final atau PPh pada umumnya atas capital gain (PPh orang pribadi). Kami sudah komunikasikan dengan Kemenkeu,” ucap Sidharta dilansir apahabar.com dari Kontan.co.id, belum lama tadi.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengutarakan Bappebti sudah menyosialisasikan kepada pihaknya terkait pajak kripto.

Aspakrindo mengajukan skema PPh Final untuk transaksi mata uang digital sebesar 0,05%.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pungutan PPh Final di bursa saham yang berlaku saat ini sebesar 0,1%.

“Sampai saat ini belum ada feedback pajaknya dalam bentuk apa. Kami berhadap tarif pajaknya jangan terlalu tinggi, dikhawatirkan investor malah berinvestasi kripto di channel yang ilegal, yang akhirnya malah membahayakan,” tegas Teguh.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dibuka Menguat, IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah Wajar
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Melemah Usai Adanya Korban Jiwa Akibat Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Gandeng BI Kembangkan UMKM
apahabar.com

Ekbis

IHSG Menguat Tajam, Terkerek Optimisme Pasar Akan Pulihnya Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Menguat 0,16%, IHSG Tembus 5.101
apahabar.com

Ekbis

Rental Playstation Bertahan Ditengah Gempuran Game Online
apahabar.com

Ekbis

Sri Mulyani: Indonesia Waspadai Dampak Pemakzulan Trump
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Indonesia Diprediksi Masuk Tiga Besar Ekonomi Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com