Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Jadi Rp926 Ribu

- Apahabar.com Rabu, 28 April 2021 - 11:37 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Jadi Rp926 Ribu

Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (16/3/2021) pagi WIB.

apahabar.com, JAKARTA – Harga jual emas antam turun Rp 4.000 dibanding perdagangan kemarin yang berada di level Rp930 ribu per gram.

Saat ini harga jual emas
PT Antam (Persero) Tbk berada di posisi Rp926 ribu per gram.Hal serupa juga terjadi untuk harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp4.000, dari Rp829 ribu per gram menjadi Rp825 ribu per gram.

Melansir CNN Indonesia, berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp513 ribu, 2 gram Rp1,79 juta, 3 gram Rp2,66 juta, 5 gram Rp4,4 juta, 10 gram Rp8,75 juta, 25 gram Rp21,76 juta, dan 50 gram Rp43,44 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,81 juta, 250 gram Rp216,76 juta, 500 gram Rp433,32 juta, dan 1 kilogram Rp866,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX turun 0,54 persen menjadi US$1.769,2 per troy ons. Begitu juga, harga emas di perdagangan spot yang turun 0,37 persen ke US$1.769,96 per troy ons pada pagi ini.

Analis pasar uang Ariston Tjendra mengatakan harga emas berpotensi tertekan jelang hasil rapat kebijakan moneter bank sentral AS pada Kamis dini hari nanti. Pasalnya, tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS kembali naik menjadi 1,6 persen.

“Pagi ini berada di kisaran 1,63 persen (yield obligasi AS). Ekspektasi bahwa the Fed akan memberikan gambaran pemulihan ekonomi dan kenaikan inflasi yang lebih positif kemungkinan mendorong kenaikan yield ini,” ungkap Ariston dilansir dari CNNIndonesia.com.

Biasanya, jika yield obligasi AS naik, maka harga emas akan tertekan. Ini menjadi sentimen negatif untuk emas dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara, membaiknya data survei tingkat keyakinan konsumen AS periode April 2021 juga menekan harga emas. Pasalnya, data itu mendorong penguatan dolar AS.

“Penguatan dolar AS mendorong pelemahan harga emas. (Harga emas hari ini) potensinya di kisaran US$1.750 per troy ons hingga US$1.790 per troy ons,” pungkasnya.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bjb

Ekbis

Tingkatkan Transaksi Digitalmu, Siap-Siap Dapat Hadiah dari Bank Bjb

Ekbis

Ikuti Kenaikan Bursa Saham Asia, IHSG Awal Pekan Menguat
apahabar.com

Ekbis

30 Proyek Strategi Nasional Rampung Digarap 2019
apahabar.com

Ekbis

Banyak Platform Online Tunjang Produktivitas di Era New Normal
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpeluang Menguat, Meski Tertahan Potensi Resesi

Ekbis

Dialog Apindo Kalsel, Empat Maskapai Absen
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Dukungan Paket Stimulus Lanjutan AS
apahabar.com

Ekbis

Juli 2020, Perputaran Uang di Bandara AP II Capai Rp1,9 Triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com