Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Hilal Awal Ramadan Terlihat di Sejumlah Wilayah Indonesia

- Apahabar.com Senin, 12 April 2021 - 19:47 WIB

Hilal Awal Ramadan Terlihat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Hilal Ramadan terlihat di sejumlah wilayah Indonesia. Foto-Ilustrasi/Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menerima referensi laporan jika hilal awal Ramadan 1442 H terlihat di sejumlah wilayah Indonesia. Hal itu disampaikan oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya.

Pernyataan Cecep disampaikan saat memberikan paparan mengenai posisi hilal Awal Ramadan 1442H dalam rangkaian pelaksanaan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, seperti dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Dalam kegiatan ini hadir Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Zaidi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Sidang juga diikuti perwakilan ormas melalui aplikasi daring.

“Ada referensi bahwa hilal awal Ramadhan 1442 Hijriah hari Senin tanggal 12 April 2021 dapat teramati dari wilayah Indonesia,” kata Cecep.

Menurutnya, ijtimak terjadi pada hari Senin, 12 April 2021, sekitar pukul 09.31 WIB. Pada saat terbenam matahari, lanjut Cecep, di seluruh Indonesia sudah terjadi ijtimak atau konjungsi.

“Hilal awal Ramadan sudah cukup tua, umurnya sudah lebih delapan jam. Di Indonesia hilal berada pada posisi signifikan untuk dilihat,” tuturnya, kutip Detikcom.

“Untuk di Pos Observasi Bulan (POB) Cibeas Pelabuhan Ratu, posisi hilal saat terbenamnya matahari pada posisi 3,59 derajat dengan umur bulan 8 jam 23 menit, 12 detik,” tambahnya.

Cecep menjelaskan hilal awal Ramadan 1442 H pada hari Senin, 12 April 2021 sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Yaitu, tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi bulan ke Matahari minimal 3 derajat atau umur hilal minimal 8 jam.

Sebagai yurisprudensi referensi, hilal Syawwal 1404H dengan tinggi 2 derajat dan ijtimak pada pukul 10.18 WIB pada 29 Juni 1984 juga berhasil dilihat oleh: Muhammad Arief (33) Panitera Pengadilan Agama Pare-Pare dan Muhadir (30) Bendahara Pengadilan Pare-Pare. Selain itu, Abdul Hamid (56) dan Abdullah (61), keduanya guru agama di Jakarta, juga dapat melihat hilal pada saat itu.

“Ma’mur Guru Agama Sukabumi dan Endang Efendi Hakim Agama Sukabumi, juga melihat hilal saat itu,” ujar Cecep.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Haul Guru Sekumpul, Ibu Melahirkan Dirujuk dengan Speed Boat
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, DPR Kirim Draf RUU Cipta Kerja ke Presiden
apahabar.com

Nasional

Presiden Berharap Dana Desa bisa Kembangkan Potensi Desa
apahabar.com

Nasional

Ini Motif Pelaku Tega Habisi Levie
sinabung

Nasional

Sinabung 2 Kali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran 3.000 Meter
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Kalsel Urutan Empat Terbanyak Sumbang Kasus Baru Covid-19 di Indonesia
apahabar.com

Nasional

GMNI Banjarmasin Kecam Aksi Kekerasan Terhadap AU
apahabar.com

Nasional

Positif Gunakan Sabu, Kapolsek Kebayoran Baru Dicopot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com