Kebakaran Veteran Banjarmasin: 3 Rumah Ludes, Salah Satunya Milik Pol PP Dikira Asap dari Pembakaran Sampah, Ternyata 1 Rumah di Tanah Grogot Ludes Jelang Malam Tak Pulang, Pria Paruh Baya di HSS Ditemukan Jadi Mayat Banjarmasin Nyaris Kecolongan, Penumpang dari Surabaya Tak Punya Surat Bebas Covid-19 Misteri Surat Sakti Penggelembungan 5 Ribu Suara Banjar di Kamar 519

Ikhtiar Keluarga Hendro, Upaya Sembuhkan Kanker dengan JKN-KIS

- Apahabar.com Senin, 19 April 2021 - 14:33 WIB

Ikhtiar Keluarga Hendro, Upaya Sembuhkan Kanker dengan JKN-KIS

Hendro saat di ruang kerjanya. Foto-Feri for apahabar.com

apahabar.com, KANDANGAN – Kepala Disnaker Koperasi Usaha Kecil dan Perindustrian Hulu Sungai Selatan (HSS), Hendro Martono punya kesan terhadap program JKN-KIS.

Dia maupun keluarga merasakan manfaat program pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini.

Pengalaman Hendro tentang JKN-KIS berangkat dari salah satu keluarganya.

“Kurang lebih pada medio 2014, kami mendapati kenyataan. Salah satu anggota keluarga kami mengidap kanker yang cukup ganas. Kanker payudara tepatnya,” kata Hendro belum lama tadi.

Prosedur demi prosedur dijalani. Seperti pemeriksaan dan pengobatan dari fasilitas kesehatan (faskes) pertama hingga rujukan.

“Sempat dirujuk ke RS Ulin di Banjarmasin, sempat ditangani di sana, opname. Hasil observasi tim dokter, diputuskan harus dilakukan tindakan bedah untuk mengangkat sel kanker,” ungkap Hendro.

Operasi berhasil dilalui, prosedur selanjutnya yang harus dilalui adalah kemoterapi. Sebanyak 4 kali kemoterapi.

“Keluarga saya tadi merasa sehat setelah melalui beberapa prosedur itu. Alhamdulillah bisa beraktivitas normal seperti biasanya dan terus rutin melaksanakan kontrol ke rumah sakit,” lanjut Hendro.

Namun pada 2019, keluhannya kembali muncul. Setelah diperiksakan, mengharuskan keluarga Hendro itu menjalani kemoterapi lagi sebanyak 9 kali.

Rujukan untuk berobat ini tidak hanya di Kalsel saja. Tetapi sampai ke rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah.

“Karena RS Ulin di Banjarmasin sudah tidak bisa menangani, maka dirujuk ke untuk memperoleh layanan radioterapi,” tutur Hendro.

Sekitar 33 kali menjalani penyinaran, kata Hendro, akhirnya anggota keluarganya ‘berpulang’.

Setelah melewati perjuangan itu, pihak keluarga merasakan haknya sebagai peserta JKN-KIS.

“Kami merasakan manfaat JKN-KIS yang menanggung seluruh biaya pengobatan ini. Semuanya kami lalui dengan gratis dan terjamin penuh,” ungkap Hendro.

Pihak keluargan, kata Hendro telah menunaikan kewajiban untuk berikhtiar.

“Selebihnya memanglah menjadi kehendak Allah,” kata Hendro mengakhiri.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Integrasikan 95 Persen Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Harap Dukungan Pemkab Tapin
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Kabar Baik, Iuran Peserta BPJS Kesehatan 2021 Tetap Dibantu Pemerintah
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Ikut JKN-KIS, Sudah Jadi Fesyen Dara Asal HST ini
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Kembali ke Aturan Awal

BPJS Kesehatan Barabai

Kehadiran Bayi Laki-Laki, Rasminah Terbantu KIS PBI APBN
BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Barabai

Jamkes Pasutri di Balangan Mendadak Tak Aktif, Begini Penjelasan BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Sadar JKN, Ghofar Curhat Pentingnya Kantongi KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Bahas Keterbukaan Informasi, BPJS Kesehatan Buka FGD Bersama Komisi Informasi Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com