Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Menguat

- Apahabar.com Kamis, 22 April 2021 - 12:38 WIB

Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Menguat

Ilustrasi: Seorang teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Foto-Antara/M Risyal Hidayat/foc

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (22/4) pagi menguat, seiring turunnya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS).

Pada pukul 10.13 WIB, rupiah menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.520 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.530 per dolar AS.

“Sentimen positif datang dari yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang terkoreksi dalam pada perdagangan kemarin. Saat ini bergerak di kisaran 1,53 persen,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,536 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,564 persen.

Sedangkan indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang lainnya berada di posisi 91,04, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 91,16.

Selain itu, lanjut Ariston, menguatnya indeks saham Eropa dan AS pada perdagangan kemarin juga memberikan sentimen positif.

“Penguatan indeks disebabkan karena bagusnya laporan penghasilan perusahaan-perusahaan yang terdaftar,” ujar Ariston.

Hari ini investor akan mencermati data klaim pengangguran dari departeman tenaga kerja AS dan data penjualan rumah AS.

Sebelumnya rupiah kemarin terkoreksi dipicu melonjaknya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran pasar terhadap melonjaknya kasus Covid-19 secara global.

Pada Rabu (21/4) lalu rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp 14.530 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.498 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dukung Pendidikan Era New Normal, Acer Berbagi Beasiswa Internasional
apahabar.com

Ekbis

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Euforia RUU Cipta Kerja
Harga Minyak

Ekbis

Corona Melonjak di India, Harga Minyak Dunia Jatuh
apahabar.com

Ekbis

Sepi, Lion Pangkas Frekuensi Penerbangan di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Sriwijaya Air Group Bantah Kabar Berhenti Beroperasi
apahabar.com

Ekbis

Aptrindo Jamin Angkutan Kebutuhan Pokok Hingga Lebaran Aman
apahabar.com

Ekbis

Instagram Saring Komentar Otomatis Bahasa Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com