Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Jajanan Ramadan, BPOM Banjarmasin Temukan Bahan Berbahaya

- Apahabar.com Senin, 19 April 2021 - 17:14 WIB

Jajanan Ramadan, BPOM Banjarmasin Temukan Bahan Berbahaya

Petugas BPOM Banjarmasin melakukan pengujian bahan makanan di bulan Ramadan. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan makanan mengandung boraks dan rodhamin pada jajanan Ramadan Kota Banjarmasin.

“Dari 10 jenis makanan dan minuman yang disampling ditemukan 1 makanan positif boraks dan 1 positif rodhamin b,” terang petugas BBPOM di Banjarmasin Ary Yustanti, Senin (19/4).

BPOM, kata dia, sengaja melakukan pengambilan sampling untuk diuji setiap Ramadan. Terutama pada makanan dan minuman khas bulan puasa.

Pengujian guna mengetahui apakah ada kandungan bahan pangan berbahaya serupa formalin, boraks, methanyl yellow dan rodhamin B.

Lantas, apa tindakan BPOM kepada pedagang yang makanan atau minumannya ditemukan bahan berbahaya itu?

BPOM, kata dia, akan memberikan arahan. Khususnya, mengenai bahaya yang diakibatkan jika boraks maupun rodhamin b ditambahkan untuk makanan.

Menurutnya, penggunaan bahan berbahaya itu bisa terjadi karena ketidaktahuan masyarakat. Untuk itulah, BPOM selalu memberikan informasi kepada masyarakat tentang keamanan pangan.

“Selain edukasi, tentunya kami berikan peringatan juga agar tak lagi mengulanginya. Karena apa yang dilakukan dapat merugikan konsumen dan berakibat fatal terhadap kesehatan manusia,” kata Ary.

Dulunya, boraks sering dipakai masyarakat untuk membuat kerupuk. Saat ini bisa diganti dengan Sodium Tripolyphosphate (STPP).

Sementara rhodamin B adalah pewarna tekstil seperti warna merah menyolok yang bisa digantikan dengan pewarna yang memang untuk bahan tambahan pangan.

“Penggunaan pewarna mengandung rhodamin B dilarang keras karena bisa menimbulkan kanker dan penyakit-penyakit lain,” tandasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin
Banjarmasin

Banjarmasin

Kendala Utama Pencarian Polisi yang Tenggelam Saat Memburu Buron Penganiayaan
Imlek

Banjarmasin

Perayaan Imlek Tanpa Keramaian, Ini Harapan Pengurus Kelenteng Tertua di Banjarmasin
Kodim 1007/Banjarmasin

Banjarmasin

Amankan Paskah, Puluhan Prajurit Kodim 1007/Banjarmasin Diterjunkan
vaksin covid-19

Banjarmasin

Ratusan Anggota Kodim 1007/Banjarmasin Divaksin
Banjarmasin

Banjarmasin

Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin
Vaksinasi Covid-19

Banjarmasin

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin Baru 20 Persen
Satpol PP dan Damkar Banjarmasin temukan rumah makan buka siang hari. Foto-Bahaudin Qusairi/apahabar.com

Banjarmasin

Duh, Satpol PP Banjarmasin Temukan Rumah Makan Buka Siang Hari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com