Breaking: Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara Duh, DLH Tabalong Tak Pernah Lihat Dokumen Pascatambang ADARO Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK! AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Jual Gadis di Bawah Umur, Dua Muncikari Palangka Raya Ditangkap Saat Nyabu

- Apahabar.com Kamis, 8 April 2021 - 16:04 WIB

Jual Gadis di Bawah Umur, Dua Muncikari Palangka Raya Ditangkap Saat Nyabu

Kedua muncikari saat ditampilkan dalam rilis kasus. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Ditreskrimum Polda Kalteng melalui Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Subdit Renakta) meringkus dua muncikari di Palangka Raya yang melakukan prostitusi online dengan memperdagangkan gadis di bawah umur.

Muncikari pria FA (26) dan muncikari perempuan RH (18). Kedua ditangkap petugas usai berpesta sabu bersama seorang gadis di bawag umur di salah satu wisma Kota Palangka Raya, Selasa (6/4) sekitar pukul 21.30 WIB.

Wadir Reskrimum, AKBP Arie Sirait mengatakan, penangkapan bermula adanya informasi bahwa terjadi prostitusi online yang melibatkan gadis di bawah umur di sebuah wisma di Kota Palangka Raya.

Dalam menjalankan aksinya, kedua muncikari menawarkan korban melalui sebuah aplikasi online. Gadis di bawah umur ditawarkan dengan harga bervariasi tergantung nego dari calon pelanggan yang bersedia membayar.

“Mirisnya, untuk bisa berkencan dengan pria hidung belang dua muncikari dan korban ini terbiasa mengkonsumsi sabu terlebih dulu untuk bisa kuat berkencan setiap malamnya. Dalam satu malam, Bunga bisa melayani hingga lima pelanggan,” katanya didampingi Kasubdit Renakta, Kompol Novalina, Kamis (8/4).

Hal ini dibuktikan dengan ditemukan bong dan dua pipet kaca dari hasil penggeledahan di kamar wisma. Uang hasil transaksi bisa dibelikan untuk sabu dan dibagi tiga, baik untuk muncikari dan Bunga.

“Aksi ini sudah berjalan tiga bulan. Penawaran bisa melalui aplikasi online maupun per individu karena muncikari telah memiliki pelanggan maupun jaringan,” terangnya.

Arie menambahkan, untuk kedua muncikari dikenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang, Pasal 88 dan Pasal 761 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Sedangkan untuk korban kita lakukan pendampingan dan pembinaan. Proses penyidikan masih berlangsung,” terangnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Di Kalteng, Hanya Sukamara yang Bisa Sekolah Tatap Muka

Kalteng

Lagi, Kalteng Terima 47.948 Ribu Dosis Vaksin
apahabar.com

Kalteng

Gugus Tugas Covid-19 Kalteng Dorong Zona Merah Terapkan PSBB
apahabar.com

Kalteng

Nyaris Ambruk, Jembatan Juun Akhirnya Diperbaiki
Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat. Foto-apahabar.com/Irfan

Kalteng

Bupati Kapuas Imbau Pelayan Publik yang Telah Divaksin Tetap Patuhi Prokes
Natal

Kalteng

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Kapuas Tertibkan Pasar
apahabar.com

Kalteng

Pria Pemilik KTP Ganda Tipu Warga Kobar Rp1,2 M
apahabar.com

Kalteng

ASN di Kapuas Diminta Tidak Menambah Libur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com