Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Kalsel Alami Inflasi, Diduga Akibat Naiknya Harga pada Indeks Pengeluaran

- Apahabar.com Sabtu, 3 April 2021 - 11:15 WIB

Kalsel Alami Inflasi, Diduga Akibat Naiknya Harga pada Indeks Pengeluaran

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Meminjam data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel pada akhir Maret kemarin , Banua kembali mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), 107, 24.

Kepala BPS Kalsel, Edy Mahmud mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa indeks kelompok pengeluaran.

“Ada tiga kelompok yang mengalami kenaikan harga tertinggi,” katanya, Sabtu (3/4).

Dirincikan Edy, tiga kelompok itu, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,67 persen. Lau, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,09 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, 0,04 persen.

Edy bilang, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi terbesar pada Maret lantaran dua sub-kelompoknya mengalami kenaikan. Yakni, subkelompok makanan sebesar 0,81 persen dan subkelompok tembakau sebesar 0,02 persen.

“Dengan naiknya kedua sub-kelompoknya, maka kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen,” ujar dia.

Selain ada yang naik, kata Edy, bulan ini juga ada kelompok yang mengalami penurunan indeks harga. Di antaranya, kelompok perumahan, air, listrik , gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,47 persen. Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen; dan kelompok kesehatan, 0,03 persen.

“Sementara kelompok pendidikan serta kelompok informasi, telekomunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks harga dibandingkan Februari 2021,” ucapnya.

Berbicara komoditas, Edy menuturkan, jenis yang paling banyak memberikan andil inflasi tertinggi di Kalsel adalah bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, ikan peda dan ikan kembung.

“Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi, antara lain, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, ikan nila, telur ayam ras dan bayam,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani pada apahabar.com, terjadinya inflasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Dengan memperhatikan kondisi saat ini, menurutnya inflasi terjadi lantaran ekonomi Kalsel sudah mulai bergerak positif.

“Dengan demikian daya beli masyarakat secara perlahan sudah mulai membaik, karena aktivitas ekonomi dari berbagai sektor. Seperti perhotelan, pasar, kafe, tempat wisata dan lainnya mulai buka,” singkatnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Optimisme Pengembangan Vaksin Covid-19, Dorong IHSG Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pemilu 2019, Penumpang Pesawat via Bandara Syamsudin Noor Turun
apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Pengumuman Hasil Rapat Bank Sentral, IHSG Diperkirakan Melemah
apahabar.com

Ekbis

PLN Ikut Keputusan Pemerintah soal Pembatalan Kenaikan Tarif
Kalsel

Ekbis

Komisi VII DPR: Pemerintah Perlu Tingkatkan Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kilogram
apahabar.com

Ekbis

Kaget Mimpi Apa Semalam, Nisa Tiba-tiba Terima Hadiah TV
apahabar.com

Ekbis

Merespons Sinyal Pemulihan Ekonomi Global, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Rantau Melambung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com