Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Kapal Riwayat Perjalanan ke India Dilarang Masuk Kaltim

- Apahabar.com Jumat, 30 April 2021 - 15:50 WIB

Kapal Riwayat Perjalanan ke India Dilarang Masuk Kaltim

Jajaran Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan memberikan keterangan pers terkait aturan larangan WN India masuk ke Indonesia. Foto-apahabar.com/Ahmad Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Ledakan kasus Covid-19 di India membuat pemerintah Indonesia waspada.

Bahkan pemerintah telah menyatakan larangan Warga Negara (WN) India untuk masuk ataupun tinggal sementara ke Indonesia.

Di Kaltim sendiri menjadi sorotan lantaran terdapat 6 orang WN India yang positif melalui jalur kapal. Dari sinilah pengawasan di perairan diperketat.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan terhadap WN India di jalur laut.

Di mana kapal yang memiliki riwayat perjalanan dari India sejak 14 hari terakhir dilarang bwelabuh ke perairan Kaltim khusunya di Balikpapan.

“Kita dapat intruksi dari Dirjen Imigrasi bahwa untuk sementara setiap orang asing yang mau masuk dan pernah melakukan perjalanan 14 hari maka dilarang dari india. Ini terkait situasi di India,” kata Ferizal, Kasi Lalu Lintas Keimigrasian.

Bukan hanya WN India saja, bahkan WNA dari negara manapun namun memiliki riwayat perjalanan ke India juga dilarang masuk. Sebab kasus Covid-19 di India sudah menjadi atensi WHO.

“Bukan India aja, tapi setiap orang asing yang pernah ada di India selama 14 hari,” ujarnya.

Senada dengan Robby Anugrah Amanda, Kepala Sub Seksi Pemeriksaan Imigrasi Kelas I Balikpapan, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta seluruh kapal yang ingin berlabuh harus menyetorkan data riwayat perjalanan 14 hari sebelumnya.

“Jadi kalau ada yang email, kita minta data 14 hari terakhir dari pelabuhan mana saja. Kalau ada perjalanan dari India jelas kami langsung tolak,” tuturnya.

Namun bila kapal tersebut terlanjur melintas di perairan Kaltim dan hendak bersandar di Balikpapan dan sekitarnya maka Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan melakukan pemeriksaan. Sejauh ini belum ada kapal ataupun kru kapal dari India yang masuk.

“Kalau mereka masuk, kita percayakan pada KKP untuk memeriksa. Sejauh ini belum ada laporan dan belum ada kejadian yang ditolak,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Jokowi Datang, Bupati Penajam Siap Sopiri Presiden
apahabar.com

Kaltim

Daya Mampu Aman, PLN: Natal dan Tahun Baru di Kaltimra Bebas Biarpet
apahabar.com

Kaltim

Pengangguran Jual Sabu di Balikpapan, Barang dari Om Boy

Kaltim

Kematian Herman ‘Coreng’ Predikat Balikpapan Kota Peduli HAM
Covid-19 di Samarinda

Kaltim

Pasien Covid-19 di Samarinda Tetap Bisa Salurkan Hak Pilih, Simak Caranya
apahabar.com

Kaltim

Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Tapol Papua yang Ditahan di Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Pembatasan Produksi Batubara IUP, Isran Minta Pengusaha Tak Khawatir
apahabar.com

Kaltim

Operasional KEK Maloy Jadi Syarat Wajib Datangkan Investor ke Kaltim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com