Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

Kapuspen Sebut Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 Tersebar di 9 Titik

- Apahabar.com Jumat, 23 April 2021 - 20:51 WIB

Kapuspen Sebut Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402 Tersebar di 9 Titik

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai Bali, Jumat (23/4/2021). Foto- Sindonews/Chusna M

apahabar.com, BADUNG – Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan bahwa pencarian kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 tersebar di 9 titik wilayah Perairan Bali bagian utara.

“Data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik. Sembilan titik itu termasuk ada yang tumpahan maupun daya magnetnya sangat kuat. Jadi ada sembilan 9 titik tersebar radiusnya jadi jaraknya 23 nautical mile (NM), kurang lebih mungkin sekitar 10 NM luasan,” kata Achmad Riad dalam konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, seperti dilansir Antara, Jumat (23/4).

Ia mengatakan, selain sebaran titik pencarian, untuk perizinan bantuan kapal dari luar negeri juga sudah terselesaikan, di antaranya kapal Poseidon dari Amerika Serikat dan juga HMAS Ballarat dan HMAS Sirius dari Australia.

“Kapal Poseidon, Amerika Serikat dan kapal Australia sudah approve. Jadi semuanya sudah clear, dan untuk perjalanannya juga semua sudah ada,” katanya.

Terkait dengan alat keselamatan KRI Nanggala-402, Mantan Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut (P) Anshori menjelaskan bahwa alat keselamatan sudah lengkap dan sesuai dengan standar internasional yang diberlakukan seluruh kapal selam di dunia.

“Jadi seluruh peralatan-peralatan ini disesuaikan dengan jumlah personel yang ada di dalam kapal, termasuk 53 personel tersebut. Jadi kalau ada personel selain dari 53 orang itu maka personel dari kapal selam di situ otomatis akan dikurangi karena akan menyesuaikan dengan jumlah peralatan keselamatan yang tersedia di dalam kapal,” katanya.

Selain itu, Mantan Kepala Kamar Mesin KRI Nanggala Mayor Laut (T) Ignatius mengatakan ada dua jenis escape di dalam kapal selam. Pertama, rush escape dan tower escape.

“Rush Escape adalah keluarnya awak kapal selam apabila dalam kapal terjadi flooding atau air di luar badan kapal masuk ke dalam badan kapal. Sedangkan Tower Escape ialah yang dilaksanakan hanya dengan menggunakan baju MK11,” katanya.

Sebelumnya, Sebelumnya, pada Rabu (21/04) pukul 03.45 Wita KRI Nanggala melaksanakan penyelaman. Kemudian pukul jam 04.00 Wita melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8. Kemudian, itu merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25 Wita saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tenang, Gempa di Malang Tak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Hari Ini Jokowi Resmikan Jalan Tol Layang Japek
apahabar.com

Nasional

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan Tidak Setuju Pengesahan RUU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Kabar Baik! Puluhan Ribu Lowongan Kerja BUMN Masih Terbuka
apahabar.com

Nasional

Prabowo Kembali Beraktivitas

Nasional

Wapres Ma’ruf Apresiasi Polri Tangkap Pelaku Pasar Muamalah
Rachmad Gobel Serahkan Seluruh Gajinya Atasi Covid-19

Nasional

Rachmad Gobel Serahkan Seluruh Gajinya Atasi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Dini Hari, KPK Obok-Obok Kaltim, Tujuh Orang Ditangkap!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com