Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Tetap Sekat Pemudik! Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya Hilal Belum Nongol di Kalsel, 1 Syawal 1442 H Tunggu Sidang Isbat Tak Mau Kecolongan Pemudik, Aktivitas Kapal Tradisional di Kalsel Diawasi Ketat

Kemenag Bantah Vaksin Sinovac Tidak Diakui Arab Saudi, Ternyata Berikut Alasannya

- Apahabar.com Senin, 19 April 2021 - 19:33 WIB

Kemenag Bantah Vaksin Sinovac Tidak Diakui Arab Saudi, Ternyata Berikut Alasannya

Ilustrasi - Seorang calon jamaah haji sedang melakukan suntik vaksin. Foto-Antara

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kabar mengenai vaksin sinovac tidak diakui oleh Pemerintah Arab Saudi dibantah keras oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Sebab kabar tersebut membuat para calon jemaah haji yang telah di vaksin sinovac bertanya-tanya dan resah.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi H Dasir, menanggapi isu yang beredar melalui pesan WhatsApp yang disebarkan ke seluruh kantor Kemenag di daerah termasuk di Balikpapan.

Di mana Khoirizi menegaskan informasi yang beredar mengenai vaksin sinovac tak diakui Arab Saudi tidak benar alias hoaks.

“Benar Arab Saudi mengunakan 3 vaksin di luar Sinovac dan sudah dilisensi oleh WHO perwakilan Arab Saudi, tetapi tidak ada kalimat mengatakan Sinovac tidak diakui selama vaksin ini juga sudah dilisensi oleh WHO perwakilan Indonesia dan disampaikan ke WHO Arab Saudi, dengan demikian kita berharap kepada pihak Kemenkes untuk memastikan hal ini karena Kemenag adalah salah satu penguna vaksin untuk jemaah,” katanya melalui Kepala Kemenag Balikpapan, John Marpaung, Senin (19/4).

Selain itu alasan mengapa jemaah Indonesia belum bisa masuk ke Arab Saudi lantaran negara Indonesia ternasuk 20 negara yang disuspensi karena belum melandainya tingkat kasus penularab Covid-19.

“Jadi bukan karena mengunakan vaksin Sinovac,” tuturnya.

Dalam pernyataan Kho├Črizi mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada informasi secara resmi dari Pemerintah Arab Saudi tentang penyelenggaraan haji Tahun 2021 memberikan kesempatan negara muslim selain Arab Saudi termasuk Indonesia.

“Tentu kita semua tanpa kecuali berharap Indonesia mendapat kesempat untuk mengirimkan jemaahnya berapa pun kuota diberikan,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh calon jemaah tetap mempersiapkan diri untuk melaksanakan vaksinasi. Jadi atau tidak jemaah berangkat agar dapat berserah diri dan dapat menerima apapun keputusan Arab Saudi yangnmerupakan keputusan terbaik untuk keselamatan jiwa warga muslim dunia.

“Semoga kita dapat menerima dengan lapang dada. Aamiin YRA, terima kasih,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terkait hal tersebut. Pihaknya tetap melaksanakan proses vaksinasi sesuai arahan dari pemerintah pusat.

“Kami tetap melaksanakan sesuai arahan Direktur Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dan Kemenag. Belum ada arahan lain,” katanya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

DKP3A: 1.131 Anak di Kaltim Menikah Dini
apahabar.com

Kaltim

Maloy Batuta Trans Kalimantan Ditarget Akhir Januari
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Miliki Stok Karbon 4,5 Juta Hektare
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 2 Orang, Positif Covid-19 di Kaltim Menjadi 266 Kasus
Pertamina Kalimantan

Ekbis

Pertamina Kalimantan Salurkan Modal Rp 6 Miliar untuk UMKM
Mudik

Kaltim

Gubernur Kaltim Larang Warganya Mudik, Kecuali…
apahabar.com

Kaltim

2018, Gojek Sumbang Rp 430 Miliar untuk Perekonomian Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Penajam Paser Utara Ajukan Ribuan Formasi CPNS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com