Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Kemenag Kalsel Sebar Panduan Ramadan dan Idul Fitri Sesuai Prokes

- Apahabar.com Senin, 5 April 2021 - 22:38 WIB

Kemenag Kalsel Sebar Panduan Ramadan dan Idul Fitri Sesuai Prokes

Ilustrasi Ramadan. Foto- iStockphoto/sguler

apahabar.com, BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalsel mengeluarkan edaran panduan Ramadan hingga Idul Fitri 1442 Hijriah sesuai protokol kesehatan.

Kakanwil Kemenag Kalsel, H Noor Fahmi menerangkan aturan itu diterbitkan seiring pelaksanaan protokol kesehatan, demi mencegah dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19 saat Ramadan hingga Idul Fitri nanti.

“Surat edaran untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan prokes, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19,” terang Noor Fahmi, Senin (5/4).

Fahmi menerangkan surat edaran itu ditunjukkan Kementerian Agama untuk disampaikan pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Dasar aturan keputusan itu adalah Kepres nomor 11 tahun 2020, tentang penanganan Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat terkait Covid-19, juga Surat Edaran Gugus Tugas, dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Dalam edaran itu masyarakat diimbau sahur dan buka puasa di rumah,” tekannya.

Berikut Edaran Kementerian Agama yang ditandatangani Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya, dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang sudah ditentukan.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti. Selain Tarawih, pemerintah juga mengizinkan Salat Idul Fitri berjamaah.

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap bisa dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran, paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan, untuk menghindari kerumunan.

4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, Salat Tarawih dan Witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah/mukena masing-masing.
b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.
c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4, wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jemaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

6. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat/lapangan.

7. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasll ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.

8. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa. Baca juga: Studi Ungkap Puasa Ramadhan Selama Pandemi Tidak Berbahaya.

9. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

10. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah.

11. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dorong Budaya Literasi, Penulis Diberi Doorprize
apahabar.com

Kalsel

Wabup Banjar Lakukan Penanaman Pohon dan Berolahraga di Karang Intan
apahabar.com

Kalsel

Razia Kamar Tahanan dan Narapidana Rutan Marabahan, Simak Hasil Temuan Petugas
apahabar.com

Kalsel

Long Weekend, Destinasi Wisata di Tanah Laut Tetap Buka
apahabar.com

Kalsel

Belasan Pegawainya Terpapar Covid-19, KPP Pratama Tanjung Tutup 3 Hari
apahabar.com

Kalsel

Polisi Selidiki Kasus Penyerangan ke Pengguna Jalan di Veteran
apahabar.com

Kalsel

Disebut KPK Calon Kepala Daerah Terkaya, Intip Respons H. Muhidin
apahabar.com

Kalsel

Asyik Ngabuburit, Bocah di Kotabaru Diterkam Buaya Liar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com