Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Komitmen Pemkot Banjarbaru Soal Izin Berjualan di eks Hero Swalayan Dipertanyakan, Wali Kota Angkat Bicara

- Apahabar.com Senin, 12 April 2021 - 16:27 WIB

Komitmen Pemkot Banjarbaru Soal Izin Berjualan di eks Hero Swalayan Dipertanyakan, Wali Kota Angkat Bicara

Foto eks PKL Pasar Subuh di Banjarbaru saat menggelar dagangan di Lapangan Murjani. Foto-Dok

apahabar.com, BANJARBARU – Eks pedagang kaki lima di Pasar Bauntung Banjarbaru mempertanyakan komitmen pemerintah kota untuk memfasilitasi mereka berjualan.

Mereka menduga Pemerintah Kota Banjarbaru tidak memberikan izin berdagang di eks Hero Swalayan Simpang Empat Banjarbaru.

Namun, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin langsung angkat bicara.

Menurut Aditya, pihaknya tidak pernah melarang eks PKL Subuh Pasar Bauntung berjualan di eks Hero Swalayan. Tetapi perizinan perlu dilakukan oleh pengelola yakni PT Dikaka Bhanuwa Jasa.

“Tidak ada pelarangan. Yang jelas kami sampaikan pada PT Dikaka pada saat itu, saat pertemuan pertama, kami meminta layout untuk penempatan eks PKL ini di eks Hero Swalayan. Kita minta layout baik parkir, pengolahan limbah sampah dan lain-lain,” ujar Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, saat ditemui apahabar.com usai rapat Paripurna di DPRD Banjarbaru, Senin (12/4/2021) siang.

Pemkot Banjarbaru juga meminta PT Dikaka Bhanuwa Jasa melakukan perencanaan perizinan.
Dia tidak ingin pedagang menyewa tempat tanpa izin.

“Insyaallah izin prinsipnya akan kita keluarkan sebelum mereka melakukan perizinan, jadi itu dasarnya, pegangan Pemkot itu,” jelas Aditya mendetail.

Aditya menegaskan Pemkot Banjarbaru tidak ingin ke depannya terjadi pemasalahan.

“Intinya dari layout tersebut kita tidak ingin parkir mengganggu jalan, kita tidak ingin parkir di trotoar seperti yang terjadi pada saat pembukaan (kemarin), kita tidak ingin terjadi hal tersebut. Pemerintah sudah membangun trotoar masa hancur gara-gara parkir. Makanya kita meminta layout di mana penempatan parkir, penempatan pedagang, penempatan sampah dan lain-lain. Nah itu kita minta kepada PT Dikaka,” terangnya.

Wali Kota juga tidak ingin keberadaan eks PKL Subuh Pasar Bauntung di eks Hero Swalayan nantinya mengganggu masyarakat dengan limbahnya.

“Jangan sampai limbahnya mengganggu sebagai polusi lingkungan. Jadi kami bukan melarang tapi kami mengatur agar tidak ada permasalahan kedepannya karena nanti ujung-ujungnya Pemkot juga yang kena. Lebih baik kita mengutamakan kepentingan orang banyak dari pada segelintir orang,” ungkapnya.

Pemkot, kata Aditya, telah membahas masalah ini dengan PJ Gubernur Kalsel dan eks Gubernur yang saat ini bersatus sebagai calon gubernur.

“Karena pada saat itu kan beliau menjadi Gubernurnya. Kita juga sudah bertanya apa boleh eks Hero Swalayan ini digunakan sebagai lahan Pasar Subuh. Kita sudah tanya dan ini menjadi bahan kami, Insyaallah akan kami kaji lebih lanjut,” katanya

Ke depan, Pemkot Banjarbaru juga akan menggelar rapat terkait hal ini. Tentunya dengan melibatkan pihak pengelola yaitu PT Dikaka.

“Ini nanti kita akan bicarakan di internal, kami juga ada menerima surat-surat dari warga yang menolak di sana diadakan pasar subuh. Jadi akan kami kaji lebih dalam dan Insyaallah dalam beberapa waktu ke depan kami juga akan memanggil PT Dikaka sebagai pengelola dari lahan tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, eks PKL Subuh Pasar Bauntung ini adalah pedagang yang tidak terima lokasi Pasar Bauntung di Pindah ke eks Stadion Mini Haji Idak. Sebab mereka tidak memiliki tempat di Pasar Bauntung Baru.

Mereka sempat protes dengan menggelar lapak di pusat kota yang juga menjadi ikon kota Banjarbaru yakni di Lapangan Murjani, pada 18 Maret 2021.

Kemudian, saat berdialog dengan Pemerintah Kota Banjarbaru, Wali Kota Aditya Mufti Ariffin telah memberikan solusi kepada eks PKL subuh untuk pindah ke pasar – pasar yang sudah dibangun di wilayah kota Banjarbaru.

Hingga akhirnya eks PKL subuh menyewa lahan di kawasan eks Hero Swalayan di Jalan Mistar Cokrokusumo, Kelurahan Sungai Besar.

Hal itu pun diapresiasi Pemkot Banjarbaru. Pemkot juga berterima kasih kepada PT Dikaka yang turut membantu eks PKL Subuh.

Namun sehari setelah dagangan digelar di sana, eks PKL Subuh mendapat pemberitahuan oleh pihak pengelola untuk menghentikan sementara kegiatan, sebab perizinan masih dalam koordinasi dengan Pemkot Banjarbaru.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Menuju New Normal, Walikota Banjarbaru Langsung Tinjau Q Mall
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Kabar Gembira, Ayah-Bayi Sembuh dari Covid-19 di Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Aditya-Wartono Resmi Pimpin Kota Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Kirim Doa, Pemkot Banjarbaru Gelar Tahlilan untuk Almarhum Nadjmi Adhani
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Siasati Kelangkaan APD, BLK Kalsel Produksi Masker Secara Massal
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Hadiri Isra Mikraj, Ririen Nadjmi: Jangan Takut Corona
Sertifikat Vaksin Covid-19

Pemko Banjarbaru

Ribuan Guru di Banjarbaru Tak Kebagian Kuota Vaksin, Dinas Kesehatan: Sabar!
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Sholat Subuh Berjamaah Bersama Habib Murtadho
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com