Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan Penumpang Kapal Feri Kotabaru-Batulicin Menyusut 60 Persen Rayakan HUT ke-60, Bank Bjb Gelar Promo di Ratusan Merchant Duh, Keripik Singkong Tanpa Label Usang Dijual Bebas di Banjarmasin Pj Gubernur Kalsel: Larangan Mudik Berlaku Lintas Provinsi dan Kabupaten

KRI Nanggala 402 Ditemukan di Kedalaman 850 Meter

- Apahabar.com Sabtu, 24 April 2021 - 19:08 WIB

KRI Nanggala 402 Ditemukan di Kedalaman 850 Meter

Ilustrasi kapal selam. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Posisi kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sudah ditemukan pada kedalaman 850 meter.

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono memastikan kapal selam KRI Nanggala 402 tidak meledak. Insiden yang terjadi di perairan utara Bali lebih pada keretakan.

“Apakah ledakan atau keretakan? Bukan ledakan. Kalau ledakan pasti sudah hancur. Juga ada suara yang akan terdengar sonar. Ini lebih pada keretakan,” kata KSAL dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Yudo menuturkan keretakan tersebut yang menyebabkan kapal selam itu tenggelam ke dasar laut. Karena retakan itu barang-barang pada kapal selam buatan Jerman ini keluar dari kapal dan muncul di permukaan.

KSAL mengatakan operasi pencarian akan terus dilakukan. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini.

Dia kembali meminta doa masyarakat agar penyelamatan para prajurit on board KRI Nanggala dapat ditemukan.

Sejumlah barang pun ditemukan di sekitar lokasi. Selain tumpahan minyak dan oli, tim pencarian menemukan serpihan pelurus tabung torpedo dan pembungkus pipa pendingin dengan tulisan Korea; pelumas periskop kapal selam; serta alas salat ABK KRI Nanggala.

Lalu ada potongan kecil busa penahan panas pada salah satu ruangan di KRI Nanggala agar tidak mengalami kondensasi. Terakhir tim pencari menemukan solar.

Yudo menyebut barang-barang itu semakin diyakini milik KRI Nanggala 402 karena bukan barang milik umum. Kemudian di dalam radius 10 mil tidak ada kapal lain yang melintas.

Dengan bukti-bukti tersebut, TNI kemudian menyatakan tingkat pencarian diubah dari semula submis menjadi subsunk (submarine sunk).

Pada fase subsunk, dia menyebut pihaknya akan menyiapkan evakuasi medis terhadap ABK yang kemungkinan masih selamat. Evakuasi akan dilakukan ke lokasi terdekat seperti Banyuwangi atau Surabaya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gempa 3,1 SR Kembali Guncang Mamasa
apahabar.com

Nasional

Si Pembanting Motor dan Pembakar STNK Itu Ternyata Cengeng
Susi

Nasional

Trending Twitter! Bu Susi Balas Nyeleneh Cuitan Warganet, dari Banjir hingga Jodoh
apahabar.com

Nasional

RSD Wisma Atlet Catat 2.399 Pasien Sembuh
apahabar.com

Nasional

Perkantoran dan Komunitas Warga Rawan Penyebaran Covid-19
apahabar.com

Nasional

Batal di Bukit Soeharto, Ibu Kota Pindah ke Penajam?
apahabar.com

Nasional

Diplomat Indonesia Meninggal di Bandara Turki
apahabar.com

Nasional

Ridho Rhoma Kembali ke Penjara, MA Perberat Hukumannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com