Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas Lucky Birthday Bjb 60versary Tawarkan Hadiah Jutaan Rupiah, Ayo Ikuti Promonya

Masa Tua Bahagia, Mulailah Rencanakan Pengelolaan Keuangan Sejak Usia Muda

- Apahabar.com Jumat, 23 April 2021 - 23:18 WIB

Masa Tua Bahagia, Mulailah Rencanakan Pengelolaan Keuangan Sejak Usia Muda

apahabar.com, BANJARMASIN – Semua orang pasti menginginkan masa tua yang bahagia, dan tentu saja tanpa kendala finansial. Namun, tidak semua orang berhasil mengupayakan hal tersebut.

Padahal, pendapatan selalu cukup untuk kebutuhan hidup tetapi tidak pernah cukup untuk gaya hidup. Kamu harus cermat merencanakan pengelolaan keuangan sejak usia muda, agar bisa menghadapi masa tua dengan tenang.

Jangan berkecil hati dulu kalau kamu tergolong generasi sandwich, atau generasi yang mesti menanggung kehidupan dua generasi sekaligus (misalnya orang tua dan anak).

Ada beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam menyiapkan masa tua yang tenang dan bahagia, antara lain:

Menabung Secara Rutin

Kebiasaan paling mudah untuk menyiapkan masa tua adalah menabung secara rutin. Berusahalah menyisihkan tabungan dengan jumlah yang sama setiap bulan dan jangan tergoda menggunakan uang tabungan tersebut. Alangkah lebih baik bila kamu bisa menyiapkan satu rekening khusus untuk mengumpulkan tabungan sehingga uang tersebut tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan lainnya.

 

Menyiapkan Dana Darurat

Tabungan yang kamu sisihkan secara teratur sebaiknya dibagi lagi menjadi dana darurat dan tabungan biasa. Dana darurat hanya boleh digunakan untuk kebutuhan yang bersifat mendesak.

Misalnya saat kamu tiba-tiba mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sakit parah, atau kecelakaan lalu lintas. Jumlah dana darurat bisa dikelompokkan berdasarkan status, yaitu lajang dan berkeluarga.

Kamu yang masih lajang sebaiknya menyiapkan dana darurat minimal sebesar 3 hingga 6 kali kebutuhan rutin bulanan. Sedangkan kamu yang sudah berkeluarga sebaiknya menyiapkan dana darurat minimal 12 kali kebutuhan rutin bulanan.

Beberapa hal yang termasuk kebutuhan rutin bulanan antara lain kebutuhan rumah tangga, tagihan (listrik, air, internet, dan lainnya), cicilan wajib (rumah, kendaraan bermotor, atau pinjaman), biaya pendidikan anak, dan biaya transportasi untuk berangkat kerja atau berbisnis.

 

Menekuni Pekerjaan Sampingan atau Bisnis Sampingan

Pemasukan yang terbatas pasti membuatmu sulit menyisihkan uang tabungan demi persiapan masa tua. Namun, kamu bisa mengantisipasinya dengan menekuni pekerjaan sampingan atau bisnis sampingan.

Pendapatan dari pekerjaan utama bisa digunakan untuk kebutuhan hidup sedangkan pendapatan dari bisnis atau pekerjaan sampingan sepenuhnya dialokasikan untuk tabungan.

Kamu harus mahir membagi waktu agar pekerjaan utama dan sampingan bisa berjalan bersamaan secara lancar. Sebaiknya kamu memulai pekerjaan atau bisnis sampingan berdasarkan passion supaya kamu lebih kreatif dan bahagia saat menjalankannya.

 

Berinvestasi Secara Teratur

Kalau semua kebutuhan rutin dan tabungan sudah terpenuhi, kamu bisa mengalokasikan sisa dana yang kamu miliki untuk berinvestasi.

Sebaiknya dana investasi selalu ditambah secara rutin agar nilainya terus berlipat ganda.

Adapun beberapa jenis investasi yang terbukti aman antara lain:

– Perhiasan emas dan logam mulia: nilainya cenderung meningkat setiap tahun sehingga baik untuk lindung nilai.

– Deposito: cocok untuk kamu yang tidak menginginkan investasi dengan risiko tinggi tetapi bunganya relatif kecil (3% hingga 5% per tahun).

– Reksadana: terdiri dari beberapa jenis yaitu reksadana pasar uang, obligasi, campuran, dan saham. Reksadana saham memiliki risiko paling tinggi tetapi juga berpeluang menghasilkan keuntungan besar bila dikelola secara cermat.

– Properti: bila kamu punya dana cukup besar, kamu bisa menginvestasikannya pada objek properti seperti rumah dan tanah. Sebaiknya aset properti yang kamu miliki disewakan supaya tidak menjadi liability (beban) yang menguras banyak pengeluaran.

 

Memiliki Sumber Pendapatan Pasif (Passive Income)

Passive income adalah jenis pendapatan yang bisa kamu peroleh tanpa mengeluarkan usaha besar. Tak seperti bekerja atau berbisnis, waktumu tidak akan banyak tersita demi mendapatkan passive income. Beberapa contoh sumber pendapatan pasif antara lain:

– Menyewakan rumah atau kamar kost.

– Memasang iklan di blog atau channel Youtube.

– Menjadi kontributor microstock yang menjual karya digital.

– Mendapatkan royalti dari hasil karya pribadi, misalnya lagu, buku, atau jenis karya lainnya.

 

Jika kamu sering merasa kesulitan mengelola finansial pribadi, kamu bisa mengandalkan salah satu aplikasi perbankan BRImo. BRImo adalah aplikasi Mbanking BRI terbaru berbasis data internet. Aplikasi ini memiliki banyak fitur baru dengan user interface yang mempermudah berbagai transaksi keuangan.

Salah satu fitur yang bisa kamu gunakan adalah fitur Personal Financial Management (PFM). Fitur ini dapat mencatat pengeluaran otomatis. Sedangkan pendapatan Nasabah bisa dicatat dalam fitur Personal Financial Management (PFM) tersebut. Sehingga kamu bisa berhemat secara maksimal demi mendukung persiapan finansial masa tua yang terencana.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jokowi Resmi Luncurkan Banpres Produktif Usaha Mikro
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Indonesia Diprediksi Masuk Tiga Besar Ekonomi Dunia
apahabar.com

Ekbis

Dikeluhkan Langka, Pertamina Langsung Operasi Pasar Elpiji 3 Kg di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Berdampak pada Pengiriman “Smartphone” Global
HIPMI Tapin

Ekbis

HIPMI Tapin: Vaksinasi Covid-19 Picu Iklim Investasi Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi RI Cuma Tumbuh 2,9 Persen, BI: Masih Positif 
apahabar.com

Ekbis

Keputusan Tata Motors Pertahankan atau Lepas Jaguar Land Rover
apahabar.com

Ekbis

Terminal Baru Syamsudin Noor, Pemprov Minta AP Utamakan UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com