Sudah Ditemukan, Jasad Korban Longsor di Batu Bini HSS Dievakuasi Besok Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi

Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK!

- Apahabar.com Rabu, 21 April 2021 - 17:44 WIB

Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK!

Pengadilan Tipikor Banjarmasin menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi kursi di Pemkab Tanah Bumbu. apahabar.com/Bani

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam tampilan layar monitor, AF mengikuti persidangan daring Pengadilan Tipikor, Banjarmasin, Rabu (21/4) sore.

AF terpaksa duduk di kursi pesakitan atas kasus dugaan korupsi pengadaan kursi yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu senilai Rp1,8 miliar.

Dalam sidang pembacaan dakwaan, mantan honorer Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu itu mengenakan peci hitam dan baju tahanan berkelir oranye. AF mengikuti sidang virtual dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banjarmasin.

Kursi


Pengadilan Tipikor Banjarmasin menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi kursi di Pemkab Tanah Bumbu. apahabar.com/Bani

Secara saksama dia mendengar poin per poin berkas dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wendra Setiawan, dari Pengadilan Negeri Tanah Bumbu.

“Saudara jelas mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa?” Hakim Ketua, Jamser Simanjuntak kepada AF.

“Jelas yang mulia,” sahut AF.

Dari dakwaan yang dibacakan Wendra, AF didakwa pasal 2 dan 3 Tindak Pidana Korupsi.

“Poinnya ada perbuatan pidana di situ oleh terdakwa. Hasil penghitungan Inspektorat Kalsel total kerugian Rp1,8 miliar,” ujar Wendra usai persidangan.

Kendati demikian, saat ditanya secara detail kronologis kasus Wendra enggan menjelaskan. Alasannya, masih dalam pengembangan.

“Saya tak bisa menjelaskan detail, Karena masih melakukan penyelidikan lain karena masih ada tersangka lain,” ketusnya.

Menanggapi itu, Kuasa Hukum AF, Syaprudin Laupe mengatakan ada kejanggalan dalam proses hukum yang dilakukan Kejari Tanah Bumbu terhadap kliennya.

Pasalnya, ujar Syaprudin, audit yang dilakukan Inspektorat Kalsel baru belakangan dilaksanakan setelah kliennya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Tanah Bumbu.

Kejanggalan itu bertambah karena audit tersebut bukan dilakukan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melainkan Inspektorat.

“Dan kami akan melakukan pembelaan karena banyak kejanggalan terhadap dakwaan itu,” pungkas Syaprudin.

Sidang pun ditunda dan bakal dilanjutkan dengan agenda pembacaan eksepsi yang dijadwalkan pada Rabu pekan depan.

Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jalan Pandu

Banjarmasin

Siang Bolong di Banjarmasin, 3 Rumah dan Musala Sekolah di Jalan Pandu Terbakar
sungai

Banjarmasin

Deadline 2×24 Jam, Bangunan dan Ruko Banjarmasin Hambat Aliran Sungai Bakal Dibongkar
Kalsel

Banjarmasin

Maksimalkan Penyekatan, Kalsel Tutup Semua Jalur Mudik Provinsi-Kabupaten
Banjarmasin

Banjarmasin

Belum Diputuskan, Bawaslu Banjarmasin Bicara Larangan Kampanye PSU di 3 Kelurahan
Banjarmasin

Banjarmasin

Ada Problem Sinkronisasi, Penghitungan Suara PSU Banjarmasin Jalan Terus
Ibnu Sina

Banjarmasin

Kans Pj Sekdakot Banjarmasin Calon Pengganti Wali Kota Ditinggal Ibnu Sina

Banjarmasin

36 Jam Tenggelam, ABK TB Bahar 77 di Kuin Cerucuk Banjarmasin Ditemukan

Banjarmasin

Terungkap! Fakta Baru Mahasiswi Palangka Curi Duit Ratusan Juta Ibu Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com