Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Membanggakan! Akhmad Salafuddin Wakili Kalsel Dalam PPAN di Singapura

- Apahabar.com Kamis, 15 April 2021 - 16:25 WIB

Membanggakan! Akhmad Salafuddin Wakili Kalsel Dalam PPAN di Singapura

Muhammad Akhmad Salafuddin bersama Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Satu lagi putra daerah yang mengharumkan nama Kalimantan Selatan di kancah internasional.

Ialah Muhammad Akhmad Salafuddin, akrab disapa Akhsa. Pria kelahiran 8 Juli 1996 ini terpilih mewakili Kalsel dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2021.

Dalam program tahunan yang diadakan oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ini, Akhsa akan menjadi delegasi untuk program Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Program (SIYLEP).

apahabar.com berkesempatan mewawancarai lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi di FISIP ULM Banjarmasin itu melalui sambungan telepon.

“Alhamdulillah saya terpilih mewakili Kalsel untuk program Singapura dan satu pertemuan untuk program Australia,” kata Akhsa, baru-baru tadi.

Aksha bercerita mengenai perjalanannya melewati tahap demi tahapan seleksi, serta bersaing di antara 78 peserta. Menurut Akhsa, proses pemilihan tahun ini sedikit berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Contohnya proses pendaftaran, seleksi berkas hingga road show dilakukan secara virtual.

Penyelenggaranya adalah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel dan Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) atau para alumni PPAN.

“Selanjutnya seleksi secara langsung selama 2 hari. Dari 78 yang mendaftar berkas, hanya 38 peserta yang hadir saat itu,” sebutnya.

Pada seleksi langsung itu, para peserta menjalani tes kesehatan hingga interview bersama juri pilihan. Acara juga dibuka langsung oleh Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah di Hotel Aria Barito pada 10 April lalu.

“Interview ada yang berhubungan dengan agama, kepemudaan, bahasa inggris, project sosial, community development (pengembangan masyarakat), psikologi, akademik, kesenian dan kebudayaan. Jadi juri menyesuaikan dengan bidangnya masing-masing,” paparnya.

Penyaringan peserta dilakukan pada hari yang sama. Dari 38 peserta terjaring 22 orang, masing-masing 11 laki-laki dan perempuan.

“Lanjut hari kedua, kami menginap. Seleksi berikutnya membuat sebuah video singkat, opini kita terhadap satu isu. Kita juga diberikan pekerjaan rumah untuk belajar lebih banyak isu terkini,” bebernya.

Menurut penyiar muda di salah satu radio swasta di Banjarmasin ini, seleksi di hari kedua berjalan cukup ketat. Sebab nantinya hanya akan terpilih dua orang perwakilan Kalsel.

Tes pada hari kedua adalah mengasah kemampuan berpikir kritis. Peserta diminta membentuk kelompok dan berdiskusi untuk memecahkan suatu masalah yang ditentukan dan mencari solusi.

“Kami diminta untuk melakukan problem solving. Isu yang telah dibagikan di hari pertama, lalu kami diskusikan dan presentasi kepada dewan juri serta peserta lainnya,” imbuhnya.

Masuk di tes terakhir adalah panel interview atau wawancara secara perorangan bersama dewan juri. Sedikitnya, ada lima juri yang akan bertanya langsung kepada masing-masing peserta.

“Kalau interview pertama itu basic pengenalan diri. Yang kedua ini seputar apakah saya siap atau tidak mengikuti program ini, apa alasan dan bagaimana setelah mengikuti program ini. Waktunya sekitar 10-15 menit,” katanya.

Selain secara grup, masing-masing peserta juga diberikan tugas tambahan yaitu membuat video pendek berisi opini terhadap satu isu.

Kata Akhsa, mereka diberikan pilihan 3 isu yaitu negara yang ingin dikunjungi, bagaimana kehidupan dunia setelah Covid-19 usai, serta perbedaan hard work vs smart work.

“Saya pilih yang ketiga. Dengan durasi dan waktu pengerjaan yang singkat, saya berpikirnya bagaimana caranya agar video 3 menit itu bisa dinikmati oleh followers saya terutama,” ungkapnya.

Meski bukan pekerjaan yang gampang, membuat tugas video sudah tak asing lagi baginya. Akhsa sendiri memang sudah rutin membuat konten bertema komunikasi di akun instagramnya @hey.akhsa.

“Karena sebelumnya di instagram saya sudah membuat konten, jadi disamakan saja dengan yang pernah dibuat. Jadi ala-ala podcast monolog,” bebernya.

Menurut Akhsa, konsepnya cukup berbeda dari peserta lain. Sehingga ia optimis tugas kali ini menjadi nilai lebihnya dalam penilaian nanti. Apalagi podcast monolog tidak memerlukan banyak proses mengedit, sehingga memudahkan pekerjaannya.

“Menurut saya pribadi konsep itu berbeda dengan peserta lain yang hanya menyampaikan opini, tidak ada konsep khusus, hanya berbicara saja. Tetapi ada juga yang kreatif dengan membuat video tiktok,” sambungnya.

Sebagai delegasi yang akan membawa nama Kalsel di kancah internasional, Akhsa mulai mempersiapkan banyak hal. Selain menjaga kesehatan, ia juga mengaku lebih banyak belajar mengenai kebudayaan daerah serta peka terhadap banyak isu-isu terkini.

“Karena saya akan bertemu dengan beberapa delegasi dari negara lain tidak hanya Singapura. Lalu belajar tentang kebudayaan Kalsel, karena ini kan representasi Kalsel. Orang pasti akan banyak bertanya, sebisa mungkin saya harus tau dan membuat bangga daerah,” tegasnya.

Terkait tanggal keberangkatan, Akhsa belum bisa bicara banyak. Menurutnya, masih menunggu keputusan resmi dari Kemenpora.

“Kalau tahun lalu sekitar akhir tahun. Nah, 2021 ini belum pasti, tapi kemungkinan sekitaran itu juga,” sebutnya.

Prestasi yang membanggakan ini bukan pertama kali bagi Akhsa.

Dari informasi yang apahabar.com himpun, mahasiswa S2 Universitas Airlangga Surabaya ini juga pernah berkontribusi sebagai delegasi Indonesia untuk Model United Nation (MUN) di Kuala Lumpur, Malaysia pada 2017 lalu. Ia juga seorang relawan dalam program Indonesia Youth Social Expedition di Pangandaran pada 2018 lalu. Bahkan, Akhsa juga tercatat sebagai mahasiswa berprestasi di ULM Banjarmasin dengan meraih nilai IPK sebesar 3.94.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pembayaran Gaji Ke-13 Tuntas
kafe banjarbaru

Kalsel

BREAKING! Lewati Batas Waktu, Dinas Pariwisata Panggil 2 Pemilik Kafe di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Stok Hewan Kurban Masih Kurang
PPKM Banjarmasin

Banjarmasin

RESMI! Banjarmasin Perpanjang Pembatasan Skala Mikro hingga 8 Maret
Pesta

Kalsel

Demi Pesta Demokrasi, Nenek dan Cucu di HST Rela Tempuh Medan Berbahaya di Pegunungan Meratus
apahabar.com

Kalsel

Dear Jemaah, Kirimkan Doa untuk Guru Zuhdi dari Rumah Saja
apahabar.com

Kalsel

Komitmen Bersama Menuju Daerah Tertib Ukur di HSS
Karam

Kalsel

Kapal KMP JM II Karam di Laut Kotabaru, Diduga Tabrak Karang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com