Gegara Rapid Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Lakalantas di Angkinang HSS, Warga Haruyan HST Tewas di Tempat H+4 Idulfitri, Arus Balik Mudik dari Kalsel ke Kaltim Meningkat Sejumlah Pegawai di Banjarmasin Balikin Duit THR, Kok Bisa?

Menlu RI Tolak Nasionalisme dan Politisasi Vaksin

- Apahabar.com Jumat, 16 April 2021 - 18:01 WIB

Menlu RI Tolak Nasionalisme dan Politisasi Vaksin

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. Foto-HO-Kemlu RI

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan penolakannya atas penimbunan, nasionalisme, dan politisasi vaksin.

“Hampir 1 dari 4 orang penduduk di negara berpendapatan tinggi telah divaksin, sedangkan di negara berpenghasilan rendah baru 1 dari 500 orang yang sudah divaksin. Seluruh negara harus bersatu menolak penimbunan dan nasionalisme vaksin. Politisasi vaksin juga harus dihilangkan, karena berpotensi menyebabkan perpecahan geopolitik,” kata Retno saat bicara dalam pertemuan Aliansi Vaksin GAVI-Fasilitas COVAX, Kamis (15/4).

Pertemuan berjudul “Investment Opportunity” itu dihadiri oleh kepala negara, pejabat tinggi negara, organisasi internasional, dan perusahaan besar di bidang farmasi itu bertujuan menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 yang dikoordinasikan oleh Fasilitas COVAX.

Untuk memenuhi target penyediaan 1,8 miliar dosis vaksin di tahun 2021, skema berbagi vaksin global itu masih membutuhkan tambahan dana sedikitnya 2 miliar dolar AS (sekitar Rp29,1 triliun).

Menlu RI dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas dikirimnya 38 juta vaksin ke 100 negara di enam benua melalui skema Fasilitas COVAX.

Menurut dia, ini menjadi bukti bahwa multilateralisme dapat membuahkan hasil yang konkret. Namun, perjuangan belum berakhir bagi seluruh negara untuk secara bersama melawan pandemi ini.

“COVAX Facility memerlukan dukungan dari kita semua, dan setiap negara bertanggung jawab untuk memastikan akses yang setara terhadap vaksin. Setiap pihak harus lebih berani berkomitmen dan beraksi untuk memastikan terlaksananya produksi dan distribusi vaksin secara tepat waktu, serta peningkatan skala produksi vaksin,” kata Menlu Retno.

“Ini bukan sekadar kewajiban moral, tetapi sebuah kepentingan bersama untuk memastikan semua orang aman. Solidaritas global harus dikedepankan,” tutur Retno, menambahkan.

Pertemuan GAVI-COVAX telah membuahkan hasil konkret berupa komitmen pendanaan hampir mencapai 400 juta dolar AS (sekitar Rp5,8 triliun) dari Swedia, Norwegia, Belanda, Liechtenstein, Portugal, Jerman, serta dari Bill and Melinda Gates Foundation.

Kampanye penggalangan dana ini akan terus dilakukan, antara lain melalui pertemuan GAVI COVAX AMC Summit yang akan digelar di Jepang pada Juni 2021, dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menjelang Sekolah Tatap Muka, Simak Pesan Presiden Jokowi
Marzuki Alie dan AHY. Foto-Net

Nasional

Marzuki Alie Gugat AHY, Sidang Perdana Digelar Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Longsor Sukabumi, Sudah 15 Korban Ditemukan Tewas
PNS

Nasional

Gaji dan Tunjangan PNS Bakal Naik, Bagaimana Kriterianya?
Listrik Gratis Tiga Bulan, Simak Ketentuan Pengguna Toke

Nasional

Listrik Gratis Tiga Bulan, Simak Ketentuan Pengguna Token
apahabar.com

Nasional

Cek Infonya di Sini! Lowongan CPNS 2021 Dibuka
apahabar.com

Nasional

Viral Video Jembatan Dermaga Feri Panajam Roboh, Cek Faktanya
apahabar.com

Nasional

Pernyataan Sikap AJI: Omnibus Law Rugikan Pekerja dan Mengancam Demokratisasi Penyiaran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com