Motor Vs Motor di Paharuangan Kandangan, Pemuda Simpur Tewas Seketika Duduk Perkara Viral Pria Bersajam Ngamuk di Nagasari Banjarmasin hingga Bergumul dengan Polisi Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Setinggi 500 Meter Kepung Serda Nurhadi, Belasan Pelaku Diamankan Polisi dan TNI Jalan Tikus Masuk Kalteng di Kapuas Juga Dijaga Ketat Petugas

Satgas Pangan Tanbu Monitoring Harga Bapok

- Apahabar.com Kamis, 22 April 2021 - 09:26 WIB

Satgas Pangan Tanbu Monitoring Harga Bapok

Satgas Ketahanan Pangan Tanah Bumbu saat monitoring bahan pokok ke sejumlah pasar. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Tanah Bumbu melakukan monitoring ketersediaan maupun harga bahan pokok (Bapok).

Monitoring bertujuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi selama bulan Ramadan.

Monitoring dilaksanakan di Pasar Harian Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat, Pasar Bumi Pangeran Kecamatan Kusan Hilir, Pasar Desa Karang Indah Kecamatan Angsana, dan Pasar Sudan Raya Kecamatan Satui.

“Monitoring ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan Bapok dan lonjakan harga di pasaran,” sebut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri) Tanah Bumbu, H Deny Harianto, didampingi Kabid Perdagangan, H Ahmad Heriansyah.

H Deny mengatakan kegiatan monitoring bapokting ini dilaksanakan selama tiga hari dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan serta menjelang hari raya Idul Fitri 1442 hijriah.

Dari hasil monitoring yang dilakukan pada Rabu (21/4) kemarin, ketersediaan bahan pokok tidak ada kendala, baik pendistribusian dari agen atau pedagang besar ke pengecer, atau pedagang pasar ke konsumen.

“Sampai saat ini tidak ditemukan kelangkaan bahan pokok,” tegas H Deny.

Pada saat monitoring tersebut, satgas pangan juga memberikan sosialisasi kepada pedagang agar tidak menaikan harga di atas kewajaran dan juga ke masyarakat konsumen agar membeli bahan pokok sesuai kebutuhan saja.

Hasil monitoring hari kedua, ada beberapa Bapok yang mengalami kenaikan harga, yakni kedelai impor Rp 10.000/kg menjadi Rp 12.000/kg, tomat Rp 10.000/kg menjadi Rp 15.000/kg, ikan gabus/haruan ukuran sedang Rp 60.000 /kg menjadi Rp 80.000/kg, ikan papuyu ukuran sedang Rp 80.000 /kg menjadi Rp 90.000/kg, dan minyak goreng curah Rp 11.000 menjadi Rp 13.000 /ltr.

Sedangkan Bapok yang harganya mengalami penurunan, yakni bawang putih Rp 30.000 /kg menjadi Rp 25.000/kg, bawang merah Rp 35.000/kg menjadi Rp 30.000/kg, daging ayam potong Rp 38.000/kg menjadi Rp 20.000/kg, telur ayam ras Rp 25.000/kg menjadi Rp 24.000/kg, cabe merah tiung minggu awal Rp 100.000 /kg menjadi Rp 80.000/kg, cabe rawit taji minggu awal Rp 100.000 /kg menjadi Rp 80.000/kg.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gotong Royong di Desa Sebanti, Kapolsek Pulau Laut Barat Siapkan Jadi Kampung Tangguh
apahabar.com

Kalsel

Seluruh Kelurahan di Banjarbaru Dapat Kucuran Dana Rp 370 Juta
apahabar.com

Kalsel

Tim Gugus Tugas Banjarmasin Dirikan Dapur Umum, Bagi Ribuan Kotak Nasi
apahabar.com

Kalsel

Kreatif, ISFI Banjarmasin Racik Anti Septik Cegah Corona
apahabar.com

Kalsel

Warga Tak Bermasker, Dandim Banjarmasin: Kami Tindak Tegas
apahabar.com

Kalsel

Oknum Pejabat, Terduga Pencabul Anak di Banjarmasin Tetap Ngantor
apahabar.com

Kalsel

Polsek Banjarbaru Kota Ajak Warga Berpastispasi Tangani Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Jangan Diskriminasikan Penderita HIV/AIDS, Ini Harapan Dewan Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com