Kucurkan Rp2 Miliar, Banjarmasin Tancap Gas Perpanjang PPKM Mikro Lagi, Polres Tabalong Tangkap Pemilik Senjata Api Ilegal Blakblakan Duta Mall Banjarmasin Terpaksa Tutup Selama Lebaran Viral Pria Bersajam Vs Polisi-Warga di Nagasari Banjarmasin, Pelaku Diancam Pasal Berlapis! Sidang Kedua, Eks Dirut Baramarta Kukuh Hasil Korupsi Dinikmati Berjemaah

Mudik Dilarang, ASDP Tak Jual Tiket Online 6-17 Mei 2021

- Apahabar.com Jumat, 9 April 2021 - 22:40 WIB

Mudik Dilarang, ASDP Tak Jual Tiket Online 6-17 Mei 2021

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup sementara penjualan tiket online Ferizy pada periode 6-17 Mei 2021 sesuai arahan larangan mudik dari pemerintah. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menutup sementara penjualan tiket di sistem online ticketing Ferizy pada periode 6-17 Mei 2021, khususnya di empat pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk. Hal itu sejalan dengan larangan mudik pemerintah untuk musim lebaran tahun ini.

“Kami pastikan bagi konsumen yang telah membeli tiket via aplikasi pada periode tersebut, dapat melakukan refund sesuai ketentuan berlaku, yakni kategori penumpang pejalan kaki dan kendaraan penumpang (golongan I, II, III, IVA, VA dan VIA),” tutur Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dalam keterangan resmi, dikutip dari detik.com, Jumat (9/4).

Ira mengungkapkan perusahaan mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik pada periode Angkutan Lebaran Tahun 2021, yang juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dalam mendukung kebijakan tersebut, ASDP mengimbau kepada pengguna jasa penyeberangan untuk menunda perjalanan dengan kapal ferry selama periode tersebut, kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu.

“ASDP memastikan bahwa pelabuhan penyeberangan tetap beroperasi melayani logistik dan masyarakat yang dikecualikan. Karena sesuai arahan Presiden, pelayanan angkutan logistik harus tetap berjalan lancar untuk menjaga pasokan di daerah,” tutur Ira.

Beleid pengendalian transportasi selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 mengatur angkutan darat yang dilarang pada masa pemberlakuan aturan ini antara lain kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dan jenis mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan bermotor, serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Pengecualian diberlakukan bagi masyarakat dengan kepentingan tertentu seperti yang bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tandatangan basah dan cap basah dari pimpinannya, kunjungan keluarga yang sakit.

Kemudian, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia, ibu hamil dengan satu orang pendamping, kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, dan pelayanan kesehatan yang darurat.

Sedangkan, pengecualian kendaraan diberlakukan bagi kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaraan dinas operasional, berpelat dinas, TNI, Polri dan kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, dan mobil barang dengan tidak membawa penumpang.

Lalu, kendaraan yang digunakan untuk pelayanan kesehatan setempat seperti ibu hamil dan anggota keluarga intinya yang akan mendampingi, kendaraan yang mengangkut pekerja migran Indonesia warga negara Indonesia dan mahasiswa pelajar di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus dari pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“ASDP akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pelarangan mudik dan pengecualian-pengecualian yang telah diatur sehingga dapat berjalan dengan efektif di lapangan,” tuturnya.

Sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020, ASDP telah mengikuti aturan terkait penerapan protokol kesehatan secara ketat, mulai keberangkatan, dalam perjalanan, hingga kedatangan.

Perusahaan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari melakukan desinfektan ruang publik dan kapal, pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan physical distancing saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal.

BUMN ini juga mewajibkan penggunaan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan hand sanitizer serta pembatasan muatan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal.

 

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Najwa Shibab

Nasional

Najwa Shihab dan Cerita Kedekatannya dengan Dunia Literasi
apahabar.com

Nasional

Firli Jadi Ketua, Ramai-Ramai Undur Diri dari KPK
apahabar.com

Nasional

Apkasi Dukung Mendagri tentang Pencairan THR PNS dan Gaji Ke-13
Kilang Balongan

Nasional

Pertamina Berhasil Padamkan 2 Titik Api di Kilang Balongan
apahabar.com

Nasional

Bahas Pemindahan Ibu Kota Negara, Jokowi Temui Tokoh Adat Kaltim
apahabar.com

Nasional

Proses Persidangan 7 Anggota KNPB Dipindahkan ke Kaltim
apahabar.com

Nasional

Bekas Menteri SBY Wanti-Wanti Rencana Jadikan Kalsel Ibu Kota RI
apahabar,com

Nasional

Ketua GP Al Washliyah Sorot Video Mesum Mahasiswi Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com