Serangan Udara Israel di Gaza, Ratusan Warga Palestina Tewas H+3 Idulfitri, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Masih Sepi Bawa Sabu dari Kaltim, Warga HST Ditangkap di Pos Penyekatan Jaro Tabalong Banjir Satui Tanbu, Ratusan Warga Masih Mengungsi, Puluhan Ribu Terdampak Cuaca Cerah, Banjir di Satui Tanbu Berangsur Surut

Ngaku Nabi ke-26, YouTuber Jozeph Paul Zhang Dilaporkan Husin Shihab ke Polisi

- Apahabar.com Minggu, 18 April 2021 - 10:02 WIB

Ngaku Nabi ke-26, YouTuber Jozeph Paul Zhang Dilaporkan Husin Shihab ke Polisi

YouTuber Jozeph Paul Zhang diduga sebar konten berbau SARA. Foto-YouTube

apahabar.com, BANJARMASIN – Ngaku sebagai nabi ke-26, YouTuber Jozeph Paul Zhang dilaporkan Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab ke polisi.

Pelaporan terhadap Jozeph Paul Zhang disampaikan Husin Shihab melalui cuitannya di Twitter, Sabtu 17 April 2021.

Selain diduga menistakan agama, Jozeph Paul Zhang juga menantang polisi dengan meminta agar ditangkap.

“Hari ini sudah kita laporkan pemilik akun YouTube Jozeph Paul Zhang yang diduga menistakan agama dan menantang polisi minta ditangkap,” kata Husin Shihab.

Husin Shihab berharap dengan adanya pelaporan terhadap YouTuber itu, sentimen antarberagama di Indonesia bisa diredam.

“Semoga dengan laporan ini kita bisa meredam sentimen antar beragama,” jelas Husin.

Dalam cuitannya, Husin Shihab juga menyertakan surat pelaporan yang dilayangkan terhadap Jozeph Paul Zhang ke Bareskrim Polri.

Dilihat dari isi surat tersebut, tampak nama pelapor yakni Husin Shihab. Sementara pihak terlapor tertera Jozeph Paul Zhang.

Pelaporan itu sendiri dilakukan Husin Shihab terhadap Youtuber Jozeph Paul Zhang pada Sabtu, 17 April 2021.

“Ujaran kebencian (hate speech), penistaan agama,” demikian perkara yang tertulis dalam isi surat pelaporan tersebut.

Sebelumnya, pelaporan itu buntut dari konten YouTube Jozeph Paul Zhang yang diduga mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Dalam video itu, Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai nabi ke-26.

Tak hanya itu, dia juga menantang masyarakat untuk melaporkan dirinya ke aparat penegak hukum.

Dia bilang Ramadan merupakan bulan yang paling tidak nyaman apalagi menjelang hari raya Idulfitri.

“Apalagi kalau dekat-dekat Idulfitri. Dung dung breng dung dung breng Sarimin pergi ke pasar dung dung breng. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget,” kata Jozeph, Sabtu (17/4).

Kemudian salah satu anggota diskusi tersebut mengatakan tidak dapat mengucapkan hal itu karena takut dilaporkan ke polisi.

“Gua kasih sayembara. Gua sudah bikin video. Saya sudah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama. Nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25.”

Kemudian Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya Rp1 juta.

“Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama,” jelasnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Ancam Bos dengan Mandau, Mustafa Diseret ke Kantor Polisi
apahabar.com

Hukum

Fakta Persidangan, Simak Cara Sadis Terdakwa Habisi Nyawa Agnez Mo
apahabar.com

Hukum

Kejaksaan Kapuas Kalteng Musnahkan Barang Bukti Perkara Narkotika Hingga Sajam
apahabar.com

Hukum

Astagfirullah, Sepasang ABG yang Bersetubuh di Masjid
apahabar.com

Hukum

Polisi Ringkus Pencuri Kotak Amal Masjid di Tambak Sirang Gambut
apahabar.com

Hukum

Asyik Indehoy, Pasangan Gay di Palangka Raya Kepergok Tim Rainmas Backbone
apahabar.com

Hukum

11 Hari Menjabat, Kadiv PAS Gencar Blusukan ke Sejumlah UPT
apahabar.com

Hukum

Terlalu, Warga Amuntai Gadaikan Motor Teman untuk Jaminan Hutang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com